Denpasar (Antara Bali) - Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar yang sering tidak mengalir, dan kalaupun "ngocor" airnya berwarna keruh.
"Akhir-akhir ini pasokan air dari PDAM sering mati. Kalaupun mengalir, airnya keruh, sehingga saya harus memiliki tempat penampungan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari," kata Adipta, seorang warga di Jalan Tangkuban Perahu Denpasar, Bali, Rabu.
Ia berharap kepada pihak perusahaan untuk memperbaiki kualitas layanannya menjadi lebih baik. Tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi harus diimbangi pelayanan yang lebih prima.
"Kami ingin ada pelayanan yang lebih baik, sebelum keinginan perusahaan menaikkan tarif air," katanya.
Direktur PDAM Kota Denpasar Putu Gede Mahaputra berjanji akan terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada konsumen.
"Kami terus berupaya memperbaiki layanan kepada konsumen dengan berbagai terobosan dan inovasi yang telah kami lakukan," ucapnya.
Ia mengatakan, adanya keterbatasan sumber air baku, menuntut pihaknya untuk berinovasi dan mencari sumber air di tempat lain guna memenuhi kebutuhan para konsumen.
"Kami berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan air minum konsumen, sekaligus mengurangi calon daftar tunggu konsumen," kata Mahaputra.
Untuk dapat memenuhi tuntutan dari konsumen tersebut, kata dia, salah satunya melalui optimalisasi kapasitas produksi, baik di instalasi pengolahan air (IPA) di Sungai Ayung maupun di Waribang.
"Denpasar tidak mempunyai sumber mata air, tetapi hanya mengandalkan sumber air permukaan di samping menggunakan sumur bor dan membeli dari daerah lain," katanya.
Menurut dia, kapasitas IPA Ayung terpasang sudah berhasil dioptimalkan dari 300 liter per detik menjadi 550 liter per detik.
"Untuk meningkatkan pelayanan tersebut kami telah melakukan berbagai upaya, antara lain pembangunan IPA Waribang tahap I dengan kapasitas produksi mencapai 150 liter per detik," katanya.
Selain itu, kata dia, juga membangun sumur bor di beberapa tempat, yaitu di Desa Sidekarya, Penatih, Pelagan dan sumur bor Jalan Kebo Iwa, Kecamatan Denpasar Barat.
Mahaputra mengatakan, pihaknya juga membeli air dari PDAM Kabupaten Badung dan PDAM Gianyar serta PT Tirta Buana Mulia.
"Walau telah membeli air baku dari daerah lain, namun belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Denpasar," kata lelaki asal Kabupaten Buleleng itu.
Dikatakan, total kapasitas produksi air pada Juli 2010 sebanyak 1.178 liter per detik, sedangkan kebutuhan mencapai 1.375 liter per detik.
"Kami masih kekurangan kapasitas produksi air sebanyak 197 liter per detik," katanya dengan menambahkan, jumlah pelanggan sampai saat ini mencapai 66.761 sambungan, sementara cakupan pelayanan baru sekitar 69,23 persen. (*)
