Pemerintah memperkenalkan tenunan hasil karya perajin berupa kain songket, endek maka realisasi ekspornya lumayan, kata Ni Nyoman Puspa pengusaha endek di kawasan wisata Sanur, Bali, Kamis.
Turis dalam dan luar negeri yang berlibur ke Bali, ada yang membeli dari pengrajin dan ada pula yang memesan dalam jumlah banyak sehingga perolehan devisanya meningkat setiap bulannya.
Benang bahan baku kain tenunan biasanya didatangkan dari China, India dan Negara lainnya, namun jumlahnya sedikit. Benang emas atau perak banyak diimpor tetapi lebih banyak memanfaatkan benang buatan dalam negeri, kata dia.
Kain tenun Bali, terutama kain songket awalnya hanya digunakan oleh orang tua dan kalangan bangsawan. Namun sekarang sudah mulai memasyarakat sehingga hampir sebagian besar masyarakat Bali mengenakannnya, baik untuk upacara adat berskala besar maupun sembahyang ke pura.(*/ADT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.