Denpasar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mulai memasang alarm sistem peringatan dini banjir di enam titik yang dinilai paling prioritas di Denpasar.
Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Denpasar, Minggu, menyebut enam lokasi pemasangan alarm banjir yaitu di Tukad Badung area Pasar Kumbasari, Jembatan Pasar Bunga Wangaya, DAM Kontrol BWS OP3 Wangaya, Jembatan Wangaya Kampung Muslim, Jembatan Tukad Badung Jalan Hasanudin, dan Jembatan Tukad Badung Jalan Pekambingan.
“Pada enam titik itu prioritas, karena kami juga baru hanya bisa sediakan enam unit, ini disediakan BPBD Bali atas dukungan PLN dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” kata Gede Teja.
Alarm banjir sendiri baru dipasang awal tahun ini untuk mengantisipasi naiknya permukaan air jelang puncak musim hujan di awal tahun.
Kalaksa BPBD Bali menuturkan rencana pemasangan alarm banjir sudah dimulai November 2025, dari tahap merancang ide, perakitan, dan uji coba awal.
“Ini dilakukan karena tidak beli ke perusahaan-perusahaan penyedia, jadi ini inovasi sendiri agar lebih efisien yang dilanjutkan dengan kajian lapangan menentukan tinggi masing-masing sensor, setelah berhasil, kami koordinasi ke PLN, ternyata PLN siap dukung,” ujarnya.
Secara teknis, BPBD Bali memasang sensor peringatan dini di dalam sungai mirip seperti early warning system tsunami, sementara sistem sirine dipasang di atas air.
“Bila naik air sungai, sirine berbunyi, bunyi bertahap tiga kali, seperti di dekat Pasar Kumbasari, peringatan pertama bunyi bila air naik 30 cm dari normal, sirine kedua bila air naik lagi 86 cm, kemudian sirine perintah evakuasi bila naik lagi 150 cm,” kata Gede Teja.
Saat ini pemerintah masih menargetkan pelaksanaan pemasangan alat sistem peringatan tersebut untuk dilanjutkan ke tahap sosialisasi dan edukasi masyarakat.
