Denpasar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali meminta masyarakat mewaspadai angin kencang selama Sasih Kawulu atau bulan ke delapan berdasarkan Kalender Saka umat Hindu di Bali.
“Ada ancaman tambahan, yaitu kita memasuki Sasih Kawulu di Bali, artinya potensi angin akan meningkat. Oleh karena itu kita semua waspada,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Denpasar, Selasa.
Diketahui tahun ini Sasih Kawulu akan jatuh pada awal Februari, purnama atau bulan penuh ke delapan akan jatuh pada 2 Februari dan tilem atau bulan mati pada 16 Februari.
Periode ini selain menandakan semakin dekatnya Hari Suci Nyepi, juga kearifan lokal penanda datangnya Angin Barat.
Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menjelaskan fenomena angin kencang selama Sasih Kawulu setiap tahun rutin memberi dampak setidaknya pohon tumbang.
Tahun ini kondisi akan diperparah dengan Bali yang sedang mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang berlangsung sejak Desember dan diprediksi terus berlanjut hingga akhir Februari.
“Januari dan Februari adalah puncak musim hujan, artinya potensi hujan akan meningkat itu sudah terbuktikan dari satu bulan ini banyak sekali kejadian bencananya, dan Februari ditambah lagi ancaman Sasih Kawulu, jika hujan ditambah angin berarti lebih berbahaya lagi,” ujarnya.
Untuk itu pihaknya meminta masyarakat mewaspadai kondisi ini, terutama bagi masyarakat yang berkegiatan di luar ruangan, agar menghindari pohon besar yang berpotensi tumbang.
“Terutama pohon-pohon perindang di jalan itu ya, kalau di hutan-hutan tidak masalah, tapi kalau pohon-pohon perindang di jalan itu sangat berisiko tinggi, sekarang saja hampir setiap hari minimal lima pohon tumbang,” kata dia.
Selain pohon tumbang, pada periode ini Bali juga berpotensi dilanda banjir dan tanah longsor, namun BPBD Bali berharap tidak terjadi bencana besar dengan kolaborasi pemerintah dengan kesiapsiagaan masyarakat.
Gede Teja juga mengajak masyarakat Bali tak lupa dengan kearifan lokal, sebab hampir seluruh kearifan lokal Bali berkaitan dengan pengurangan risiko bencana.
