Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, membangun rumah jabatan bupati dengan konsep arsitektur tradisional Pulau Dewata yakni Sikut Satak untuk melestarikan warisan budaya.
“Kami ingin rumah jabatan ini menjadi contoh pembangunan lainnya di Bangli, sekaligus menjadi warisan budaya generasi mendatang,” kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Bangli, Senin.
Rumah jabatan itu akan dibangun pada lahan seluas 50 are atau setara 5.000 meter persegi di pusat Kota Bangli yang merupakan lahan rumah jabatan lama yang sudah rusak.
Pembangunan ulang rumah jabatan itu diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp29 miliar.
Desainnya akan mencerminkan arsitektur khas Bangli, Sikut Satak yakni konsep yang menggunakan metode pengukuran bangunan dengan skala tradisional.
Konsep pembangunan rumah tradisional itu mengatur tata letak bangunan yang menyesuaikan dimensi agama Hindu, ,budaya dan harmoni dengan alam semesta.
Rumah jabatan itu nantinya dilengkapi pembagian bangunan di lingkungan halaman rumah antara lain Bale (balai) Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya.
Inisiatif itu, kata dia, bukan hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi lokal.
Pemkab Bangli menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan.
Untuk mematangkan pembangunan itu, Pemkab Bangli mengadakan diskusi terkait pembangunan rumah itu yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, tokoh Puri Bangli, seniman ukir bangunan dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam diskusi itu, lanjut dia, perwakilan dari Polres Bangli yaitu unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Iptu I Wayan Dwipayana menyatakan pihaknya akan terus memantau proses pembangunan untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat dan tidak ada penyimpangan.
Di sisi lain para seniman ukir memberi masukan agar ornamen ukiran pada bangunan rumah menggunakan motif khas dari Bangli.
