Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga menambah sebanyak 202 ribu Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran tiga kilogram subsidi atau 75 persen dari rata-rata konsumsi harian di Bali mengantisipasi lonjakan permintaan saat libur Imlek dan awal Bulan Puasa 2026.
"Kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler," kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Sabtu.
Adapun rata-rata konsumsi harian LPG subsidi itu di Bali mencapai 268.174 tabung per hari.
Konsumsi LPG rata-rata harian untuk tiga terbanyak di Bali yaitu di Denpasar sebanyak hampir 60 ribu tabung, disusul Buleleng sebanyak 34 ribu dan Gianyar 30 ribu tabung.
Untuk libur panjang, Kota Denpasar mendapatkan tambahan fakultatif sebanyak 53.760 tabung, Gianyar sebanyak 28 ribu tabung dan Badung sebanyak 26.320 tabung.
Sedangkan untuk bahan bakar minyak (BBM), pihaknya akan menambah stok sesuai kebutuhan dan pengecekan sarana dan fasilitas di SPBU termasuk aspek kuantitas dan kualitasnya.
"Tambahan itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan dan aktivitas masyarakat selama libur panjang yang diikuti perayaan Imlek dan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah," imbuhnya.
Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk mengonsumsi LPG sesuai peruntukannya, yaitu LPG subsidi ukuran tiga kilogram yang ditujukan khusus masyarakat kurang mampu dan menggunakan LPG non subsidi jenis bright gas berwarna merah muda untuk masyarakat mampu.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," imbuh Ahad.
