Denpasar (ANTARA) -
Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali mendaur ulang kursi roda bekas menjadi barang baru untuk membantu penyandang disabilitas fisik.
“Kursi roda yang rusak parah atau pemiliknya sudah meninggal dunia, dari pada terbuang, kami terima dan daur ulang menjadi baru,” kata Koordinator Program Kursi Roda Puspadi Bali Putu Warjita Putra di Denpasar, Bali, Jumat.
Ia menjelaskan ide mendaur ulang kursi roda karena harga jual barang baru cukup mahal dan sebagian besar penyandang disabilitas tidak mampu untuk membelinya.
Untuk itu, yayasan bersama dirinya dan dibantu rekannya I Gede Ketut Sentosa yang merupakan penyandang disabilitas polio memproduksi kursi roda daur ulang tersebut.
Bengkel daur ulang kursi roda itu berada tak jauh dari yayasan yakni di Jalan Bakung Denpasar.
Kursi roda bekas hasil sumbangan akan didaur ulang menjadi baru dan diberikan kepada penyandang disabilitas tidak mampu secara ekonomi.
Namun, mereka harus mendapatkan donatur atau sponsor untuk membiayai daur ulang tersebut.
“Kami juga bantu agar mereka dapat donatur misalnya dari CSR korporasi atau pihak lain yang bersedia,” ucapnya.
Adapun harga daur ulang satu unit kursi roda standar mencapai jutaan rupiah, termasuk biaya layanan.
Tipe kursi roda yang biasanya didaur ulang adalah kursi roda aktif yang bisa digunakan untuk segala medan, kemudian kursi roda standar seperti layanan di rumah sakit hingga kursi roda untuk kebutuhan khusus.
Pada 2025, keduanya menyerahkan sebanyak 101 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas, berbagai ukuran baik anak-anak, dewasa dan lanjut usia.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026