Buleleng, Bali (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyalurkan bantuan pendidikan melalui program revitalisasi sekolah menyasar satuan pendidikan menengah dan taman kanak-kanak di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
"Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik," kata Abdul Mu'ti di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Jumat.
Menurut dia, pembangunan sarana prasarana merupakan bagian penting dalam mendukung proses belajar, selain prioritas utama mengenai penguatan kualitas internal pendidikan.
Kemendikdasmen memberikan perhatian pada empat fokus peningkatan mutu pendidikan yakni pembelajaran mendalam, peningkatan kompetensi guru, penguatan bimbingan konseling, serta peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris.
"Pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) adalah bagian eksterior yang berperan penting dalam proses pembelajaran, tapi yang tak kalah penting adalah interior. Ada empat yang dikembangkan untuk memperbaiki mutu pendidikan,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga mendorong pengembangan budaya sekolah yang aman dan nyaman melalui kebijakan terbaru. Program tersebut mencakup penguatan karakter siswa, penggunaan jingle edukatif “Rukun Sama Teman,” hingga penguatan nilai kebersamaan dalam kegiatan sekolah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka kekerasan di lingkungan pendidikan sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati antar pelajar.
“Kita ingin anak-anak hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persahabatan dengan teman-teman karena masih tingginya kekerasan di sekolah,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Gede Suyasa menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.
Pihaknya mengakui kebutuhan peningkatan infrastruktur sekolah di Buleleng cukup besar, namun keterbatasan anggaran dan luasnya wilayah menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah daerah mengharapkan sinergi berkelanjutan agar sarana pendidikan dapat terus ditingkatkan.
“Kami memiliki keinginan besar memperbaiki infrastruktur sekolah, namun keterbatasan anggaran dan luas wilayah menjadi kendala sehingga sinergitas dengan pemerintah pusat dan provinsi sangat dibutuhkan,” katanya.
