Jembrana, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jembrana berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menerapkan pungutan retribusi berbasis teknologi digital.
"Untuk sementara kami uji coba sistem tersebut di retribusi parkir manuver dan Terminal Gilimanuk," kata Sekda Jembrana I Made Budiasa di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa.
Dia mengatakan dengan sistem non tunai atau pembayaran digital, penerimaan daerah dari sektor tersebut akan lebih transparan, riil dan mencegah kebocoran.
Khusus wilayah Gilimanuk, kata dia, dengan posisi sebagai pintu gerbang Bali, retribusi di parkir manuver dan Terminal Gilimanuk memiliki potensial besar untuk menambah PAD.
"Ribuan kendaraan setiap hari keluar masuk Bali. Itu potensi yang besar untuk PAD," katanya.
Dengan pertimbangan tersebut, Pemkab Jembrana membangun sistem digital untuk meminimalkan interaksi antara petugas pungut dengan pengguna jasa.
Sistem yang bekerja sama dengan salah satu bank ini, menurut dia, akan membuat uang yang masuk dari retribusi bisa dipantau setiap saat.
"Dengan mengetahui uang yang masuk, proyeksi program ke depan akan lebih akurat," katanya.
Menurut dia, jika sistem di Gilimanuk ini berhasil, sistem yang sama akan diterapkan di tiap titik retribusi di Kabupaten Jembrana.
Digitalisasi retribusi, kata dia, merupakan bagian upaya Pemkab Jembrana untuk penguatan fiskal daerah melalui tata kelola yang bersih.
"Tujuan utama digitalisasi ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah, serta menciptakan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertib dan terintegrasi. Dengan sistem yang akuntabel, kita bisa memastikan seluruh potensi pendapatan daerah terserap maksimal untuk kepentingan masyarakat Jembrana," katanya.
Terkait pengguna jasa yang menggunakan uang tunai saat melintas di parkir manuver dan Terminal Gilimanuk, dia mengatakan, pihaknya masih membuka untuk pembayaran tunai.
