Denpasar (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali tetap menyalurkan paket makan bergizi gratis (MBG) kepada siswa sekolah-sekolah di Bali selama bulan puasa.
“Kalau di Bali itu kan memang mayoritas Hindu siswanya, nah MBG-nya itu tetap berjalan seperti biasa, diberikan menu basah dan lain sebagainya,” kata Koordinator BGN Provinsi Bali Risca Christina di Denpasar, Selasa.
Meski demikian, ia memastikan siswa Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa tetap mendapat paket makan bergizi berupa makanan kering yang dapat dibawa pulang.
“Jika ada siswa yang beragama Islam di sekolah mayoritas Hindu, itu mereka mendapat menu kering untuk dibawa pulang dimakan saat berbuka puasa atau lain sebagainya,” ujarnya.
Risca memastikan arahan ini sudah diketahui seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bali karena mereka akan mendata sendiri jumlah siswa yang mendapat menu basah dan siswa Muslim yang mendapat menu kering selama satu bulan.
Tak ada yang berbeda selain perbedaan menu MBG, sebab untuk anggaran masih di angka yang sama yaitu Rp8.000 per porsi untuk balita-siswa kelas empat SD dan Rp10.000 per porsi untuk kelas empat SD hingga SMA.
Untuk menu MBG selama bulan puasa bagi siswa non-Muslim masih sama dengan hari biasa, sementara untuk siswa yang berpuasa akan mendapat menu seperti abon, telur, buah, kurma, dan roti yang dirombak setiap hari sesuai angka kecukupan gizi.
BGN Bali menyadari kondisi di Bali berbeda dengan sekolah lainnya di luar pulau, sebab sekolah di luar Bali cenderung menjalankan libur panjang saat bulan puasa.
Ketika siswa diliburkan maka sekolah melalui para guru akan mengumpulkan siswa untuk dibagikan paket makanan basah untuk berbuka puasa atau makanan kering untuk stok beberapa hari.
Menurut Risca, momen libur seperti ini juga terjadi di Bali namun tidak lama. BGN Bali mencatat libur siswa akan berlangsung sepekan ini hingga Sabtu, 21 Februari 2026 menyambut dimulainya bulan Ramadhan.
Namun selama periode ini untuk Bali MBG siswa ditiadakan, gantinya BGN berfokus pada penyaluran ke 3B yaitu ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak bawah lima tahun (balita).
Risca berharap selama bulan puasa program MBG tetap berjalan lancar dengan dibantu 178 SPPG dengan 147 SPPG yang sudah aktif melayani 507 ribu penerima manfaat.
“Semoga tetap berjalan lancar dan sesuai dengan tujuannya, jadi walaupun kita memberikan menu kering diharapkan angka kecukupan gizi pada anak atau siswa di bulan Ramadhan tetap terpenuhi,” kata dia.
