Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mendistribusikan 677 unit tong komposter sebagai bagian dari penguatan transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Program ini difokuskan untuk penguatan pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga, khususnya bagi warga yang tidak memungkinkan membangun teba modern,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangannya di Mangupura, Kabupaten Badung, Rabu.
Pendistribusian tong komposter yang bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) itu juga dilakukan sebagai respons atas kebijakan pemerintah pusat terkait penutupan TPA Suwung.
Bupati Adi Arnawa mengatakan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan struktural yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan tingginya aktivitas pariwisata di Badung.
Ketergantungan pada sistem pembuangan akhir dinilai tidak lagi relevan dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, serta menurunkan kualitas destinasi wisata.
Menurut dia kebijakan penutupan TPA Suwung kecuali untuk sampah spesifik seperti kiriman sampah pantai pada periode tertentu menjadi momentum penting untuk melakukan perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah daerah.
Oleh karena itu ia menjelaskan pengelolaan sampah tidak bisa lagi bertumpu pada hilir. Penanganan dari sumber, terutama rumah tangga, merupakan prasyarat utama agar sistem pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Pemerintah pusat sudah memberikan batas waktu yang jelas. Di luar sampah spesifik, kami tidak lagi diizinkan membuang sampah ke TPA Suwung, artinya, kami tidak bisa main-main lagi,” kata dia.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan perubahan paradigma harus dimulai dari pemilahan sampah sejak rumah tangga, salah satunya melalui pemilihan sampah rumah tangga.
“Pemilahan organik dan anorganik tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomis melalui daur ulang, sejalan dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R),” jelas dia.
Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri YusufEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.