Jakarta (ANTARA) -
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menyampaikan pasien dengan gangguan irama jantung aman berpuasa selama kondisinya terkontrol dan tetap minum obat.
"Secara langsung puasa tidak berbahaya bagi pasien gangguan irama jantung," kata dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA usai konferensi pers Pulse Day 2026 bertajuk "Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat" di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat.
Kasus gangguan ritme jantung sering berkaitan dengan gaya hidup dan berpuasa bisa membantu upaya perbaikan gaya hidup, termasuk pengaturan pola makan.
"Prinsipnya obat tetap dikonsumsi dengan dosis yang sama. Jika obat diminum tiga kali sehari, jadwalnya bisa diatur saat buka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur," katanya.
Di sisi lain, ia menyarankan lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa, khususnya mereka dengan kondisi tertentu seperti pasien gagal jantung stadium lanjut dan pasien dengan penyakit jantung bawaan berat.
Pewarta: Farika Nur KhotimahEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026