Tangerang (ANTARA) - Spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Eka Hospital BSD Tangerang Prof Hari Hendarto mengatakan penderita diabates yang menjalankan puasa Ramadhan dengan pola yang benar memberikan dampak positif bagi sistem hormonal.
"Puasa bagi penderita diabetes juga meningkatkan sensitivitas insulin. Sebab Puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola," kata Prof Hari Hendarto di Tangerang Rabu.
Manfaat lain yang diperoleh oleh penderita diabetes saat menjalankan ibadah puasa yakni penurunan berat badan yang sehat selama puasa akan mengurangi lemak visceral yang menjadi musuh utama diabetes.
Memperbaiki rata-rata kadar gula darah (HbA1c) secara bertahap, membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol, mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa. Namun keputusan ini harus berdasarkan anjuran dan pantauan dokter.
"Pasien dengan risiko sangat tinggi seperti penyandang diabetes tipe satu dengan gula darah tidak tidak terkontrol, pasien dengan gagal ginjal atau yang sedang hamil memerlukan penilaian khusus dari dokter," ujarnya.
Prof Hari menambahkan cara aman berpuasa bagi penderita diabetes adalah memantau gula darah secara mandiri dan rutin yakni saat pagi, siang dan sore. Melakukan tes darah jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis dan agama.
Terapkan pola 2-4-2 yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam dan dua gelas saat sahur untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi ginjal.
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026