Denpasar, Bali (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta Pemerintah Daerah Bali menyiapkan fasilitas pendukung karena penduduk Pulau Dewata tercatat sudah memasuki fase penuaan.
"Penduduk Bali sudah memasuki penduduk usia tua dan tentu perlu diperhatikan oleh pemerintah terkait dengan fasilitas-fasilitas yang diperlukan," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Bali, Rabu.
Data yang diperoleh dari hasil Survei Penduduk Antarsensus (Supas) 2025 ini menunjukkan proporsi penduduk usia tua di Bali meningkat dari 8,42 persen menjadi 9,89 persen.
Sementara, penduduk usia muda dan usia produktif menurun dalam lima tahun terakhir.
"Kalau ageing population mau diartikan positif artinya derajat kesehatannya semakin bagus, karena orang semakin bisa bertahan hidup, cuma yang perlu diantisipasi apakah kita sudah menyediakan berbagai macam fasilitas bagi mereka kan fasilitasnya pasti berbeda," ujar Agus Gede.
Menurut dia, pada penduduk lansia, terjadi peningkatan persentase penduduk lansia dari 12,88 persen hasil Sensus Penduduk (SP) 2020 menjadi 15,07 persen saat Supas 2025.
Fase penuaan penduduk melebihi 10 persen ini diketahui terjadi merata di seluruh kabupaten/kota di Bali, sehingga intervensi dapat dilakukan di seluruh daerah.
"Tabanan itu persentase penduduk tuanya terbesar 20,11 persen, kemudian Klungkung 16,68 persen, Gianyar 16,17 persen, Bangli 15,86 persen, dan Jembrana 15,46 persen, dan angka yang masih di bawah rata-rata provinsi itu, Karangasem 14,42 persen, Buleleng 14,20 persen, Badung 13,91 persen, dan Denpasar 12,57 persen," kata Agus Gede.
Peningkatan penduduk lansia juga sejalan dengan turunnya total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total pada perempuan Bali pada Supas 2025.
Dari sensus pada 2020, tren kelahiran per perempuan usia 15-49 tahun di Bali 2,04 sementara 2025 sebesar 2,02, dengan kelahiran terendah di Tabanan dan tertinggi di Karangasem.
Melihat fenomena ini, BPS mengamini program yang digalakan Pemprov Bali yaitu mendorong angka kelahiran penduduk melalui pemberian insentif bagi anak ketiga dan keempat.
Diketahui Supas 2025 memotret laju pertumbuhan penduduk Bali melambat dalam lima tahun terakhir.
Jika tahun 2010-2020 pertumbuhan penduduk 1,01 persen per tahun, BPS Bali mendata sejak 2020-2025 pertumbuhan penduduk Bali ada di angka 0,69 persen dan berpotensi semakin turun hingga 2035.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026