Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memproyeksi ekonomi di Pulau Dewata pada triwulan II-2026 tumbuh positif didongkrak musim liburan sekolah, musim panen hingga proyek investasi pemerintah.

“Kami mendukung inovasi dan kebijakan strategis daerah,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan periode Juni-Juli merupakan musim puncak liburan untuk wisatawan mancanegara khususnya dari India dan liburan anak sekolah yang berpotensi mendorong geliat sektor pariwisata.

Selain itu, meningkatnya kinerja pertanian seiring panen raya padi dan hortikultura, kuatnya konstruksi proyek terutama terkait pariwisata dan proyek strategis pemerintah juga berpotensi memacu ekonomi Bali.

Tak hanya itu, pada Juni 2026 juga berlangsung hari besar keagamaan di Bali yakni Hari Raya Galungan dan Kuningan yang mendorong belanja atau konsumsi masyarakat.

Sebelumnya, perekonomian Bali pada triwulan I-2026 tumbuh kuat 5,58 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, di tengah gejolak geopolitik global.

“Ekonomi Bali mampu tumbuh positif yang menunjukkan tetap kuat dan berdaya tahan meskipun kondisi eksternal dipenuhi dengan ketidakpastian. Namun, gejolak geopolitik itu memberi pengaruh dengan melambatnya pertumbuhan perekonomian Bali triwulan sebelumnya sebesar 5,86 persen.

Sementara itu, berdasarkan data pergerakan wisatawan asing masuk Bali yang dikumpulkan Imigrasi Ngurah Rai selama periode Januari-April 2026 mencapai sekitar empat juta orang untuk data sementara.

Kepala Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan menjelaskan realisasi itu melonjak sekitar 10 persen dibandingkan periode sama 2025.

Sedangkan dari sisi investasi pemerintah, BI Bali mencatat terdapat proyek infrastruktur prioritas daerah pada 2026 di Bali yaitu pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, sistem penyediaan air baku embung Tukad Unda, Jembatan Pulau Nusa Ceningan-Nusa Lembongan dan jalan bawah tanah (underpass) Jimbaran dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp788 miliar.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026