Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster melaporkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sudah mulai proses pengurukan lahan.

“Saat ini proses pengurukan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah moderen tersebut,” kata Koster dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Sabtu.

Koster menyebut lahan di Lingkungan Pesanggaran yang digunakan untuk PSEL seluas 6 hektare.

Pengurukan lahan sebagai tahap awal dilakukan untuk nantinya pembangunan benar-benar dimulai pada Juli 2026.

“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan, proyek strategis ini telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang,” ujarnya.

Pemprov Bali meyakini PSEL merupakan solusi jangka panjang untuk menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan dan pariwisata Bali.

Terutama, setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan muncul penumpukan sampah di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung.

Menurut Koster, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan sampah setelah penutupan TPA Suwung.

Di samping PSEL dibangun, pemerintah daerah menjanjikan perkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan pemilahan sampah rumah tangga.

Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi berjalan optimal.

“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia, sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” ucapnya.

Dibantu dengan hadirnya PSEL, upaya mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan akan sangat terbantu, dimana targetnya penanganan berbasis sumber dan dibantu teknologi tersebut akan menyelesaikan masalah sampah pada 2028.

“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari, kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” ujar Gubernur Koster.

Pada akhirnya Pemprov Bali ingin gunung sampah di TPA Suwung tertangani bersamaan dengan pengembangan sistem PSEL, sehingga tidak hanya sampah harian yang selesai melainkan juga sampah lama yang menumpuk.

“Sehingga kawasan tersebut (TPA Suwung) nantinya bisa direvitalisasi dan dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau, dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik sekaligus mendukung kualitas lingkungan di Bali,” kata Koster.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak setelah meninjau lahan PSEL milik Pelindo di Pasanggaran menambahkan, bahwa penanganan permasalahan sampah ini harus dilakukan secara bersinergi dan TNI AD mendukung pengelolaan melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” kata dia.

Ia menyampaikan keunggulan pengolahan sampah dibantu TNI AD adalah tanpa investasi atau subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.

“Yang perlu didukung oleh pemerintah yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” kata dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Nani Hendiarti menyampaikan Perpres 109/2025 sudah memayungi kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi yakni menjadi Listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi serta Produk ikutan lainnya.

“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurang kedaruratan sampah di Denpasara dan Badung, baik timbunan sampah harian maupun TPA Suwung,” ucapnya.

Bali kemudian ditetapkan sebagai lokasi percontohan pirolisis bersama Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan dukungan tim terpadu lintas kementerian/lembaga khususnya pada tahap persiapan dan pembangunan.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026