Buleleng, Bali (ANTARA) - Bupati Buleleng Bali I Nyoman Sutjidra berkomitmen menjadikan Singaraja sebagai kota pendidikan melalui pelaksanaan Buleleng Education Expo (BEE).

“Langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas Singaraja sebagai pusat pendidikan di Bali Utara,” Kata Sutjidra saat membuka secara resmi BEE 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu.

Ia menjelaskan, konsep BEE terinspirasi dari filosofi lebah yang dikenal sebagai pekerja keras dan mampu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan. Filosofi itu diharapkan menjadi semangat dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng.

"Lebah itu pekerja keras, tetapi bisa menghasilkan madu sebagai nutrisi yang sangat baik. Itu filosofinya. Ini menjadi awal dari rencana kita mendeklarasikan Singaraja sebagai kota pendidikan,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, deklarasi tersebut tidak hanya sebatas slogan, namun harus dibarengi dengan kesiapan sarana prasarana, regulasi, dan kajian akademis yang matang. Dalam waktu dekat, Pemkab Buleleng juga akan menggelar focus group discussion (FGD) bersama akademisi dan psikolog untuk menyusun kajian terkait pengembangan Singaraja sebagai kota pendidikan.

"Pada saat deklarasi dan implementasi nanti, Buleleng betul-betul menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sampai perguruan tinggi,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Buleleng tahun ini melaksanakan revitalisasi terhadap 80 sekolah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 59 sekolah. Program tersebut menyasar sekolah yang mengalami kerusakan berat agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.

"Ada sekolah yang bocor, tidak punya pintu, kalau hujan kehujanan dan kalau angin kedinginan. Itu yang kita prioritaskan untuk ditangani,” ungkapnya.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026