Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) bersama Badan Pusat Statistik setempat terus memperkuat program satu data Indonesia melalui pembinaan Maraton Masyarakat Statistik (BIMA Sakti).

Kepala Bidang Persandian dan Statistik Komang Ery Marta Pariata di Buleleng, Bali, Sabtu, menjelaskan BIMA Sakti merupakan bagian dari fungsi pembinaan statistik oleh BPS dalam kerangka Satu Data Indonesia.

Dalam hal ini, BPS berperan sebagai pembina data, sementara Dinas Kominfosanti sebagai wali data, Bappeda sebagai sekretariat data, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai produsen data.

“Tujuan utama pembinaan ini adalah mendorong peningkatan kualitas data agar sesuai dengan kaidah statistik, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memastikan sinkronisasi data antar perangkat daerah,” ujarnya dia.

Dia menjelaskan program BIMA Sakti akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan lima kali kegiatan dalam satu tahun. Melalui pembinaan ini, diharapkan data yang dihasilkan tidak hanya akurat, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai wali data, Dinas Kominfosanti Buleleng memiliki peran strategis dalam mengelola dan menyebarluaskan data sektoral yang dihimpun dari berbagai OPD. Salah satu contohnya adalah penyediaan data sebaran titik layanan free Wifi di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng, yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong peningkatan literasi statistik masyarakat melalui berbagai media, seperti portal Satu Data Buleleng, serta media sosial.

Informasi statistik dikemas dalam bentuk infografis melalui program “Minfotik” guna memudahkan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan data.

“Melalui literasi statistik, masyarakat diajak untuk lebih memahami informasi berbasis data, sekaligus memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan ruang terbuka hijau, pengenalan potensi pasar tradisional, hingga sektor UMKM,” imbuh Kabid Ery Marta

Di sisi lain, peran aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam menghasilkan data yang berkualitas. Masyarakat, khususnya pelaku usaha dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diharapkan dapat memberikan data yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya, terutama dalam pelaksanaan sensus ekonomi oleh BPS.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPS, organisasi perangkat daerah(OPD) dan masyarakat, diharapkan ekosistem data di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut semakin kuat, terintegrasi, dan mampu mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026