Denpasar (ANTARA) - Kantor Basarnas Bali bersama tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi medis terhadap anak buah kapal (ABK) warga negara Filipina yang terkena gangguan jantung di perairan Bali.
“Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu orang ABK Kapal Kool Ice yang mengalami gangguan jantung di perairan Bali,” ucap Koordinator Lapangan Basarnas Bali Arif Yuliyanto.
Arif dalam keterangan di Denpasar, Jumat, menyampaikan korban merupakan WNA Filipina bernama Carl Mauricio Montevirgen (45).
Setelah dilaporkan mengalami gangguan jantung, sekitar pukul 09.50 Wita pagi tadi Tim Rescue Kantor Basarnas Bali, ABK KN SAR Arjuna, beserta potensi SAR sebanyak delapan personel bergerak menuju titik koordinat dengan menggunakan RIB 02 Denpasar.
Tim SAR yang berangkat dari Pelabuhan Benoa tiba pukul 10.20 Wita di titik intercept atau berada pada koordinat 8°46.351'S - 115°14.884'E.
Selanjutnya proses evakuasi medis terhadap WNA Filipina itu dilakukan, namun ketika hendak memindahkan korban ke darat gelombang di perairan Bali cukup keras sehingga cukup menyulitkan tim SAR.
“Upaya pemindahan korban sempat mengalami kesulitan karena gelombang cukup keras tapi berhasil dievakuasi dari kapal, selanjutnya korban dibawa ke Dermaga Disnav Pelabuhan Benoa untuk pemeriksaan awal oleh petugas BBKK Benoa,” ujar Arif.
Proses sandarnya korban dan tim dengan RIB 02 Denpasar sekitar pukul 11.00 Wita, dan setelah pemeriksaan awal akhirnya ia dirujuk ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Kegiatan berjalan lancar, pasien sudah dilakukan evakuasi medis dan dibawa ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, pukul 11.10 Wita target dirujuk menggunakan ambulans Siloam,” kata dia.
Dengan berhasilnya proses evakuasi medis maka Basarnas Bali menutup operasi SAR dan mengembalikan seluruh unsur yang terlibat ke satuan masing-masing.
Adapun unsur dalam operasi SAR ini melibatkan Kantor Basarnas Bali, TNI AL, Polairud Mabes Polri, Ditpolairud Polda Bali, VTS Pelabuhan Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, BBKK Pelabuhan Benoa, Tim Medis RS Siloam, serta Agen Kapal PT Trans Cakrawala.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026