Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk bersatu dan menjaga persatuan demi kemajuan dan kemakmuran Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu. Menurut Prabowo, tidak ada bangsa yang bisa maju jika para pemimpinnya tidak rukun dan kompak.
"Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu, saya selalu mengajak semua unsur mari kita bersatu," tegas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan perbedaan pendapat, persaingan, dan perdebatan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, semua perbedaan tersebut harus berujung pada persatuan.
Prabowo juga menekankan pentingnya para pemimpin untuk mengedepankan kepentingan rakyat dan menjauhkan diri dari sikap dendam, kebencian serta rasa dengki.
Ia juga mengutip pepatah Jawa Mikul Dhuwur, Mendhem Jero, yang berarti menjunjung tinggi jati diri dan memberi penghormatan kepada orang lain.
Menurutnya, walau terdapat perbedaan pendapatan dan pandangan, namun para pemimpin harus selalu bermusyarawah untuk bersatu dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.
