Bangli, Bali (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli memperkuat pengembangan karakter sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda melalui ajang Bulan Bahasa Bali yang diadakan 9-11 Februari 2026.  

“Bahasa, aksara, dan sastra Bali adalah getah dari pepohonan, darah bagi manusia, yang menyusup dan menjadi jiwa bagi kehidupan kita. Ini adalah identitas dan karakter masyarakat Bali yang mulia,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli I Dewa Bagus Riana Putra di Balai Banjar Adat Griya Kawan, Bangli, Senin.  

Ajang seni budaya pada 2026 mengusung tema Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa yang secara filosofis bermakna Taman Membangun Jiwa yang Maha Sempurna.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai fondasi dalam membangun karakter manusia yang utuh dan luhur. 

Ada enam jenis lomba yang diadakan selama Bulan Bahasa Bali itu Nyatua Bali (Bercerita) tingkat SD, Wiwada (Debat Bahasa Bali) tingkat SMA/SMK.

Ngwacen Lontar (Membaca Lontar) tingkat SMA/SMK, Nyurat (menulis) Aksara Bali tingkat SD, Nyurat Lontar/Ngrupak tingkat SMP dan Sambrama Wacana (Pidato Bahasa Bali) tingkat SMP.

Ia juga mengingatkan di tengah arus globalisasi yang tanpa batas, masyarakat tidak boleh hanya mempelajari bahasa Bali saat ada perlombaan namun perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Jangan hanya belajar saat akan lomba atau mencari juara. Jadilah pelopor di masyarakat. Mari bangga menggunakan bahasa Bali dan busana adat Bali dalam keseharian sebagai wujud rasa sayang kepada warisan leluhur," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa menambahkan generasi muda menjadi target dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali.

 



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026