• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Sabtu, 14 Februari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Jumat, 13 Februari 2026 21:10

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Jumat, 13 Februari 2026 13:54

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kamis, 5 Februari 2026 18:48

      Menkomdigi jelaskan peran strategis ANTARA dalam komunikasi publik pemerintah

      Menkomdigi jelaskan peran strategis ANTARA dalam komunikasi publik pemerintah

      Rabu, 4 Februari 2026 20:07

      Menkomdigi tegaskan humas pemerintah penentu reputasi negara

      Menkomdigi tegaskan humas pemerintah penentu reputasi negara

      Rabu, 4 Februari 2026 17:03

  • Updates
    • Pemkab Jembrana komit selesaikan hutang RSU Negara Rp33 miliar lebih

      Pemkab Jembrana komit selesaikan hutang RSU Negara Rp33 miliar lebih

      Jumat, 13 Februari 2026 21:41

      Bupati Badung: Pejabat baru harus profesional dan jaga integritas

      Bupati Badung: Pejabat baru harus profesional dan jaga integritas

      Kamis, 12 Februari 2026 20:59

      DPRD Bali rampungkan 17 Raperda di 2025 dan siap mulai Propemperda

      DPRD Bali rampungkan 17 Raperda di 2025 dan siap mulai Propemperda

      Kamis, 12 Februari 2026 15:05

      Bali diprakirakan hujan lebat pada Kamis

      Bali diprakirakan hujan lebat pada Kamis

      Kamis, 12 Februari 2026 6:44

      Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

      Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

      Rabu, 11 Februari 2026 23:29

  • Ekonomi
    • Satgas Saber Pangan sidak pasar dan distributor di Denpasar

      Satgas Saber Pangan sidak pasar dan distributor di Denpasar

      Jumat, 13 Februari 2026 21:54

      Transaksi KKI QRIS Pemda di Bali capai Rp17,92 miliar

      Transaksi KKI QRIS Pemda di Bali capai Rp17,92 miliar

      Jumat, 13 Februari 2026 20:39

      WHDI Bangli: Pemberdayaan ekraf dan literasi digital penting untuk dioptimalkan

      WHDI Bangli: Pemberdayaan ekraf dan literasi digital penting untuk dioptimalkan

      Jumat, 13 Februari 2026 20:32

      Koster usul pembangunan infrastruktur strategis kepada Komisi V DPR

      Koster usul pembangunan infrastruktur strategis kepada Komisi V DPR

      Jumat, 13 Februari 2026 17:03

      Wapres Gibran cek percepatan digitalisasi di Pasar Badung

      Wapres Gibran cek percepatan digitalisasi di Pasar Badung

      Jumat, 13 Februari 2026 16:09

  • Humaniora
    • Pemkab Badung gelar aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan

      Pemkab Badung gelar aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan

      Jumat, 13 Februari 2026 21:46

      Mendikdasmen salurkan bantuan revitalisasi sekolah di Buleleng

      Mendikdasmen salurkan bantuan revitalisasi sekolah di Buleleng

      Jumat, 13 Februari 2026 20:49

      PKK Tabanan andalkan program Kulkul ajak warga peduli lingkungan

      PKK Tabanan andalkan program Kulkul ajak warga peduli lingkungan

      Jumat, 13 Februari 2026 15:14

      Asalkan kondisi terkontrol, pasien gangguan jantung aman berpuasa

      Asalkan kondisi terkontrol, pasien gangguan jantung aman berpuasa

      Jumat, 13 Februari 2026 14:55

      Ada daur ulang kursi roda untuk bantu penyandang disabilitas di Bali

      Ada daur ulang kursi roda untuk bantu penyandang disabilitas di Bali

      Jumat, 13 Februari 2026 14:54

  • Pariwisata
    • Bupati Badung sebut Wapres Gibran serap masukan para pelaku pariwisata

      Bupati Badung sebut Wapres Gibran serap masukan para pelaku pariwisata

      Jumat, 13 Februari 2026 22:07

      Wisata medis terpadu hadir RS KEK Sanur

      Wisata medis terpadu hadir RS KEK Sanur

      Jumat, 13 Februari 2026 21:18

      ITDC tambah atraksi Barongsai dan Kecak sambut Imlek di Nusa Dua Bali

      ITDC tambah atraksi Barongsai dan Kecak sambut Imlek di Nusa Dua Bali

      Kamis, 12 Februari 2026 17:09

      Wamenpar gandeng pelaku industri berkolaborasi genjot pariwisata

      Wamenpar gandeng pelaku industri berkolaborasi genjot pariwisata

      Minggu, 8 Februari 2026 10:20

      Gerakan ASRI perkuat penanganan sampah laut

      Gerakan ASRI perkuat penanganan sampah laut

      Sabtu, 7 Februari 2026 10:18

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Senin, 9 Februari 2026 9:15

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

  • Olahraga
    • Liverpool tekuk Sunderland 1-0

      Liverpool tekuk Sunderland 1-0

      Kamis, 12 Februari 2026 6:52

      Manchester City babat habis Fulham 3-0

      Manchester City babat habis Fulham 3-0

      Kamis, 12 Februari 2026 6:47

      Chelsea main imbang saat jamu Leeds United 2-2

      Chelsea main imbang saat jamu Leeds United 2-2

      Rabu, 11 Februari 2026 8:08

      Tottenham kalah lagi setelah takluk dari Newcastle 1-2

      Tottenham kalah lagi setelah takluk dari Newcastle 1-2

      Rabu, 11 Februari 2026 8:04

      MU ditahan imbang 1-1 kontra West Ham

      MU ditahan imbang 1-1 kontra West Ham

      Rabu, 11 Februari 2026 8:03

  • Taksu
    • Menag optimistis widyalaya cetak generasi kuat moral

      Menag optimistis widyalaya cetak generasi kuat moral

      Jumat, 13 Februari 2026 21:22

      Menag: Widyalaya mampu jadi lembaga lahirkan generasi Hindu unggul

      Menag: Widyalaya mampu jadi lembaga lahirkan generasi Hindu unggul

      Jumat, 13 Februari 2026 6:11

      Menag: Ramadhan harus sentuh batin dan kepedulian sosial

      Menag: Ramadhan harus sentuh batin dan kepedulian sosial

      Senin, 9 Februari 2026 19:21

      Prabowo ingatkan pemimpin jauhi dendam, prioritaskan kepentingan rakyat

      Prabowo ingatkan pemimpin jauhi dendam, prioritaskan kepentingan rakyat

      Minggu, 8 Februari 2026 10:18

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Kamis, 29 Januari 2026 15:31

  • Artikel
    • Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Kamis, 5 Februari 2026 18:29

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

  • Seni dan Hiburan
    • Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Kamis, 12 Februari 2026 6:59

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Rabu, 11 Februari 2026 8:16

      KLa Project bawa kenangan sekaligus kejutan dalam konser "LUX NOVA"

      KLa Project bawa kenangan sekaligus kejutan dalam konser "LUX NOVA"

      Minggu, 8 Februari 2026 8:26

      Lagu "work" milik no na puncaki trending global

      Lagu "work" milik no na puncaki trending global

      Sabtu, 7 Februari 2026 14:02

      Cakra Khan dan Chrisye kolaborasi lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"

      Cakra Khan dan Chrisye kolaborasi lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"

      Rabu, 4 Februari 2026 19:23

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • Wapres soroti penanganan sampah dan kunjungan wisatawan di Bali

      Wapres soroti penanganan sampah dan kunjungan wisatawan di Bali

      Jumat, 13 Februari 2026 21:52

      Menag dorong Widyalaya perkuat pendidikan karakter dan inklusif

      Menag dorong Widyalaya perkuat pendidikan karakter dan inklusif

      Jumat, 13 Februari 2026 20:46

      Gibran minta Pemkot Denpasar berikan subsidi harga bahan pokok merata

      Gibran minta Pemkot Denpasar berikan subsidi harga bahan pokok merata

      Jumat, 13 Februari 2026 17:37

      Pemerintah dan Sungai Watch ajak warga pilah sampah dari rumah

      Pemerintah dan Sungai Watch ajak warga pilah sampah dari rumah

      Rabu, 11 Februari 2026 23:54

      Polisi tangkap 39 WN India bisnis judol di Bali, omzet capai Rp8 M

      Polisi tangkap 39 WN India bisnis judol di Bali, omzet capai Rp8 M

      Sabtu, 7 Februari 2026 21:27

  • English

Hari Santri dan heroisme "Zaman Now"

Senin, 22 Oktober 2018 8:23 WIB

Hari Santri dan heroisme

Sejumlah warga mengikuti kirab kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di kawasan Kuta, Badung, Bali, Senin (22/10/2018). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2018 sekaligus untuk menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wdy/2018

Denpasar (Antaranews Bali) - Hari Santri yang diperingati pada setiap tanggal 22 Oktober bukan hanya milik Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah, melainkan terkait peran penting kaum agamis yang cinta Tanah Air dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Secara substansi, Hari Santri memang terkait dengan keluarnya Resolusi Jihad yang dimotori oleh KH Hasyim Asy'ari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945, namun sejarah mencatat bahwa hal itu berawal dari kegalauan Bung Karno mendengar rencana kedatangan Tentara Sekutu di Surabaya.

Bagi Bung Karno, bila terjadi peperangan maka persenjataan tidak akan imbang. Sejarah mencatat bahwa saat galau itulah mendorong Jenderal Besar Soedirman untuk menyarankan Bung Karno agar mengirim utusan khusus ke Tebuireng.

Tujuan utusan khusus ke Pesantren Tebuireng itu adalah menemui Rais Akbar Syuriah PBNU KH Hasyim Asy'ari untuk meminta fatwa tentang hukum jihad membela negara yang bukan negara Islam, seperti Indonesia, lalu KH Hasyim Asy'ari meminta KH Wahab Chasbullah untuk mengumpulkan ketua NU se-Jawa dan Madura.

Tidak hanya itu, KH Hasyim Asy'ari juga meminta sejumlah kiai utama NU untuk melakukan istikhoroh, diantaranya KH Abbas Buntet Cirebon. Akhirnya, 21 Oktober 1945 terjadi pertemuan kiai dan pimpinan NU se-Jawa dan Madura di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama, Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, yang dipimpin KH Hasyim Asy'ari yang dilanjutkan KH Wahab Chasbullah sambil mendengar hasil "istikhoroh" (sholat meminta petunjuk) para kiai.

Esoknya, lahirlah tiga rumusan yang dikenal dengan Resolusi Jihad yakni setiap muslim wajib memerangi orang kafir yang menghalangi kemerdekaan Indonesia, pejuang yang mati dalam membela Indonesi layak dianggap syuhada, dan warga yang memihak Belanda dianggap memecah belah persatuan karena itu harus dihukum mati.

Resolusi Jihad yang ditulis dalam huruf Arab Jawa atau pegon itu disebarluaskan ke jaringan pesantren se-Jawa dan Madura serta para komandan Laskar Hizbullah-Sabilillah yang dimuat dalam sejumlah media massa pergerakan. Tiga hari berikutnya (25/10), 6.000 prajurit Sekutu datang ke Surabaya, maka para santri pun bergerak ke Surabaya hingga situasi Surabaya pun memanas, karena Resolusi Jihad telah memompa pertempuran tiga hari di Surabaya pada 27-29 Oktober 1945.

Tentara Inggis pun kewalahan, lalu mereka mendatangkan Bung Karno ke Surabaya untuk melakukan gencatan senjata pada 30 Oktober, namun sorenya terjadi insiden Jembatan Merah yang menewaskan "orang pertama" Sekutu, Jenderal Mallaby, sehingga gencatan senjata pun berakhir.

Hal itu mendorong Tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada masyarakat Surabaya untuk menyerahkan senjata paling lambat tanggal 10 November dan jika tidak diindahkan, maka Surabaya akan dibumihanguskan. Mendengar hal itu, para santri dan pemuda Surabaya dari berbagai komponen pun marah, kareana itu seorang pemuda bernama Bung Tomo pun sowan ke KH Hasyim Asy'ari untuk menyiarkan Revolusi Jihad ke seluruh masyarakat Surabaya melalui radio yang berada di persimpangan Jalan Kombes Duriyat, Surabaya (Jalan Mawar nomor 10, Kecamatan Tegalsari, Surabaya).

Orasi Bung Tomo melalui radio rakyat itu membuat Revolusi Jihad "membakar" semangat Arek-Arek Suroboyo hingga target Sekutu untuk menguasai Surabaya dalam tiga hari tidak terbukti, bahkan pada hari kedua justru pengganti Jenderal Mallaby yang juga jenderal senior pun terbunuh, dan pertempuran di Surabaya pun berlangsung cukup lama, yakni tiga minggu.

"Resolusi Jihad inilah yang menjadi pemantik semangat juang para santri untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari para Sekutu dan KH Hasyim Asyari juga menanamkan nasionalisme dan patriotisme melalui pendidikan di pesantren dan dakwah di tengah masyarakat," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya A. Muhibbin Zuhri.

Ia menilai revolusi fisik pada tahun 1945 merupakan momentum penting yang menjadi pangkal tolak Indonesia sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat secara politik. "Fatwa Jihad dalam Resolusi jihad yang dikeluarkan oleh NU, memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengkristalkan semangat nasionalisme yang sudah lama tertanam di kalangan masyarakat muslim," katanya.

Namun, sejarah nasional Indonesia sempat tidak mencantumkan catatan penting mengenai Resolusi Jihad sebagai konteks peperangan yang akhirnya ditandai secara nasional sebagai Hari Pahlawan tersebut. "Hilangnya fragmen penting itu, merupakan bias dari historiografi sejarah nasional yang lebih bernuansa elitis dan politis," kata dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.

Fakta sejarah yang mulai diakui negara sejak 2015 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 dengan menetapkan tanggal itu sebagai Hari Santri itu seakan menjadi "formalitas" dari negara terhadap peran strategis kaum santri. Saat itu, 22 Oktober 2015 bertepatan dengan 9 Muharram 1437 Hijriah.

"Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober bukan hanya milik Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah, melainkan milik Indonesia. Memang, pesantren selama ini banyak dikelola NU, tapi bukan berarti santrinya hanya milik NU. Tradisi santri ini sebenarnya sudah ada berabad-abad sejak zaman pra-Islam," kata Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Cholil Staquf.

Dalam Seminar Hari Santri Nasional di Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, ia menegaskan bahwa peran santri dalam proses kemerdekaan dan pembentukan NKRI juga sangat sangat besar. Bukan hanya dengan angkat senjata, tetapi juga dalam perundingan-perundingan dan proses dialektika.

"Lewat para ulama melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), lahirlah Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya dan NKRI sebagai bentuk negaranya. Jadi, jargon Jas Merah (Jangan Melupakan Sejarah) kini dilengkapi dengan Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama)," kata anggota Watimpres itu.

Heroisme "Zaman Now"
Dalam sambutan tertulis peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018, Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Sirodj MA menegaskan bahwa santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

"Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Tahun 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila," katanya.

Tahun 1945, demi persatuan dan kesatuan bangsa kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia Ir. Soekarno sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi.

Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah).

Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari Khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa --bukan negara-agama, bukan negara suku-- yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan konstitusi, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan.

"Tanpa peran kaum santri, dengan sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), maka NKRI belum tentu eksis hingga hari ini. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran 'Islam wasathiyyah' (Islam Tengah)," katanya.

Fakta sejarah dan argumentasi agama yang melandasinya agaknya penting untuk ditarik dalam konteks kekinian dalam membangun heroisme "zaman now" melalui spirit "negara-bangsa" yang pernah digelorakan Bung Tomo dan para ulama, apalagi "zaman now" ditingkahi dengan arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Dalam konteks inilah dapat dipahami adanya penentangan terhadap HTI dan kelompok serupa.

"Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Selain spiritualisme yang memadukan agama dengan nasionalisme, Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhanaan dan asketisme yang melekat sebagai karakter kaum santri, mengingat kini merebaknya ancaman bangsa berupa korupsi, narkoba, LGBT dan hoaks," kata Said Aqil Sirodj.

Ancaman hoaks menjadi nyata dalam era digital yang menyodorkan internet sebagai bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya dengan aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besarnya, karena internet dapat digunakan untuk menebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga bisa dipakai untuk merusak harga diri dan martabat kemanusiaan dengan ujaran kebencian dan fitnah tanpa logika serta godaan duniawi.

"Alhamdulillah, santri selama ini sanggup mengemban amanat negara-bangsa dengan berbagai tantangan zamannya. Terbukti, walaupun Mbah Hasyim Asy’ari disiksa Jepang untuk hormat ke arah matahari terbit (seikerei), beliau tegas menolak. Kyai Wahid Hasyim hingga Gus Dur juga demikian, selalu menyatakan kalimatul haq dan tidak pernah tergiur dengan godaan duniawi apapun. Berteriak lantang seakan-akan berjuang demi agama, demi Allah SWT, demi bangsa, demi negara, untuk menegakkan kalimatul haq, padahal sejatinya demi kehidupan dunia," katanya.

Dalam dakwah menegakkan "kalimatul haq" itu, kaum santri selalu mengedepankan sikap santun, sabar, dan "sikap sosial" seperti moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), seiring dengan akhlakul karimah (akhlak/perilaku mulia) yang dikembangkan Nabi Muhammad SAW dalam mengajak umatnya untuk kembali kepada agama.

Bila Nabi Luth merasa jengkel ketika umatnya bergaul ala LGBT, lalu berdoa agar umatnya jera, maka bumi pun menelan umatnya, namun Nabi Muhammad SAW sangat santun, sabar, dan baik, meski kaum Thaif menghajar nabi hingga babak belur dan penuh luka dalam sebuah peperangan.

Bahkan, malaikat pun marah dan siap mengangkat gunung untuk menghukum kaum Thaif, namun Nabi Muhammad SAW justru berkata sangat lembut, "Jangan engkau hukum mereka, wahai Malaikat, karena generasi pasca-mereka mungkin lebih baik".

Nabi Nuh pun begitu. Ketika umatnya didakwahi 1.000 tahun tak juga berubah, maka ia pun berdoa agar umatnya diganjar dan umatnya akhirnya digulung banjir, namun Nabi Muhammad SAW sangat santun, sabar, dan baik, meski seorang yahudi yang meludahi sampai berhari-hari, berbulan-bulan.

Wajah Muhammad yang penuh ludah pun hanya ditepis dengan tangan lembutnya dan ketika ludah itu tak muncul lagi, maka Muhammad justru bertanya tetangganya: kemana si Yahudi? Si Yahudi sedang sakit keras, ya Nabi, kata sang tetangga. Muhammad pun bergegas pulang untuk meminta istrinya Aisyah guna memasak untuk dihantarkan kepada si yahudi yang sakit keras.

Si Yahudi pun tersipu ketika tahu bahwa tetangga yang menjenguknya adalah Muhammad SAW yang selama ini diludahi, lalu ia pun buru-buru memanggil Muhammad dan memintanya untuk memimpin syahadat. Itulah "buah" kesantunan dan kesabaran khas Muhammad SAW Al-Amin.

Namun, sikap-sikap Muhammad SAW itu nyaris tak tersisa lagi pada umat zaman now yang justru suka memaksa orang lain untuk ber-Islam dengan versi-nya yang diakuinya terbaik. Atau, umat era milineal yang justru merasa cukup dengan sedikit ilmu dengan "hanya" ribuan/ratusan ribu "follower" tapi sudah merasa paling islami di dunia dengan menilai orang lain tidak islami, bahkan begitu "ahli" menyalahkan, men-syirik-kan, menyesatkan, mengkafirkan, me-neraka-kan.

Contohnya, isu Islam Nusantara yang disimpulkan tanpa kesantunan, namun sudah merasa lebih islami dan lebih alim dari orang lain, bahkan masih ditingkahi dengan caci maki dan hoaks yang menghalalkan segala cara ibarat teroris yang menghalalkan pencurian.

Padahal, Muhammad SAW yang mempunyai miliaran "follower" tanpa media sosial saja sangat santun, sabar, dan penuh akhlakul karimah. Kalau mau santun, Islam Nusantara itu tetap memakai syahadat, sholat lima waktu, zakat, puasa, haji, dan ibadah lainnya, namun Islam Nusantara yang sudah lama dikembangkan para walisongo sebagai "Islam Ber-akhlak" itu dicap Islam baru. Sebuah kesimpulan bernuansa benci yang semakin menunjukkan betapa pentingnya Hari Santri untuk menggelorakan Islam Berakhlak!.

Pewarta: Edy M Yakub
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

10.000 warga Surabaya ikuti jalan sehat Hari Santri

10.000 warga Surabaya ikuti jalan sehat Hari Santri

26 Oktober 2024 10:45

Menko Muhaimin kecam pelaku kekerasan seksual berkedok panti asuhan

Menko Muhaimin kecam pelaku kekerasan seksual berkedok panti asuhan

22 Oktober 2024 11:52

Presiden Jokowi serukan tolak praktik fitnah dan hoaks saat pemilu

Presiden Jokowi serukan tolak praktik fitnah dan hoaks saat pemilu

22 Oktober 2023 11:35

Presiden Jokowi tiba di Jawa Timur hadiri peringatan Hari Santri 2023

Presiden Jokowi tiba di Jawa Timur hadiri peringatan Hari Santri 2023

22 Oktober 2023 03:23

Wapres  rayakan Hari Santri di Yogyakarta

Wapres rayakan Hari Santri di Yogyakarta

24 Oktober 2022 09:24

Hari Santri, bela negara, dan radikal digital

Hari Santri, bela negara, dan radikal digital

21 Oktober 2022 14:08

Wapres dorong pesantren beradaptasi dengan perubahan zaman

Wapres dorong pesantren beradaptasi dengan perubahan zaman

20 Oktober 2021 16:03

Resensi - Buku "Tinta Emas" Kiai Shiddiq lengkapi Peran Ke-Indonesia-an

Resensi - Buku "Tinta Emas" Kiai Shiddiq lengkapi Peran Ke-Indonesia-an

19 Oktober 2021 19:40

Terpopuler

Para wanita di Badung ikuti pelatihan menghias hidangan

Para wanita di Badung ikuti pelatihan menghias hidangan

Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

Polda Bali bekuk sindikat judi daring dioperasikan 35 WNA India

Polda Bali bekuk sindikat judi daring dioperasikan 35 WNA India

PKS jadi parpol dengan indeks integritas tertinggi tahun 2025

PKS jadi parpol dengan indeks integritas tertinggi tahun 2025

Polda Bali bongkar penyeludupan 1,2 kg kokain oleh WNA

Polda Bali bongkar penyeludupan 1,2 kg kokain oleh WNA

Top News

  • Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

    Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

    8 jam lalu

  • MBG cetak 890 ribu lapangan kerja baru

    MBG cetak 890 ribu lapangan kerja baru

    17 jam lalu

  • Wapres Gibran cek pemberian subsidi sembako di Pasar Badung

    Wapres Gibran cek pemberian subsidi sembako di Pasar Badung

    19 jam lalu

  • Dinkes Bali minta faskes layani pasien kronis PBI nonaktif

    Dinkes Bali minta faskes layani pasien kronis PBI nonaktif

    12 Februari 2026 20:15

  • PN Denpasar vonis WN Brazil 18 tahun bui bawa karena bawa kokain 3 kg

    PN Denpasar vonis WN Brazil 18 tahun bui bawa karena bawa kokain 3 kg

    12 Februari 2026 19:51

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA