• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Sabtu, 24 Januari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:27

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Selasa, 13 Januari 2026 20:37

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Selasa, 6 Januari 2026 5:45

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Minggu, 14 September 2025 22:04

      Wamen BUMN: ANTARA miliki peran ganda strategis di ekosistem jasa informasi

      Wamen BUMN: ANTARA miliki peran ganda strategis di ekosistem jasa informasi

      Senin, 25 Agustus 2025 15:34

  • Updates
    • Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR ditutup

      Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR ditutup

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:44

      Kalsium oksida disemai di langit Jakarta untuk modifikasi cuaca

      Kalsium oksida disemai di langit Jakarta untuk modifikasi cuaca

      Jumat, 23 Januari 2026 12:36

      Waspadai prakiraan hujan lebat di Bali pada Jumat dipicu bibit siklon 91S

      Waspadai prakiraan hujan lebat di Bali pada Jumat dipicu bibit siklon 91S

      Jumat, 23 Januari 2026 7:13

      ANTARA perkuat publikasi rehabilitasi pascabencana di Sumatera

      ANTARA perkuat publikasi rehabilitasi pascabencana di Sumatera

      Kamis, 22 Januari 2026 17:34

      KNKT investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500

      KNKT investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500

      Kamis, 22 Januari 2026 16:34

  • Ekonomi
    • Pertamina awasi lebih ketat distribusi LPG subsidi di Bali

      Pertamina awasi lebih ketat distribusi LPG subsidi di Bali

      Sabtu, 24 Januari 2026 19:29

      BPD Bali kucurkan KUR Rp1,76 triliun kepada 8.946 debitur selama 2025

      BPD Bali kucurkan KUR Rp1,76 triliun kepada 8.946 debitur selama 2025

      Sabtu, 24 Januari 2026 14:07

      OJK Bali dan BPS perluas cakupan SNLIK 2026 dukung akurasi data

      OJK Bali dan BPS perluas cakupan SNLIK 2026 dukung akurasi data

      Sabtu, 24 Januari 2026 7:08

      Sabtu ini emas di Pegadaian naik, UBS sentuh Rp2,9 juta per gram

      Sabtu ini emas di Pegadaian naik, UBS sentuh Rp2,9 juta per gram

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:52

      Pemkab Bangli di Bali dampingi UMKM urus NIB dan literasi digital

      Pemkab Bangli di Bali dampingi UMKM urus NIB dan literasi digital

      Jumat, 23 Januari 2026 18:00

  • Humaniora
    • Bupati Bangli Bali dukung prodi kedokteran yang akan dibuka di UHN Sugriwa

      Bupati Bangli Bali dukung prodi kedokteran yang akan dibuka di UHN Sugriwa

      Sabtu, 24 Januari 2026 7:04

      Pemprov Bali serahkan bantuan Rp45 juta ke korban rumah ambruk

      Pemprov Bali serahkan bantuan Rp45 juta ke korban rumah ambruk

      Jumat, 23 Januari 2026 18:41

      Sekda Bali: Warga tak perlu panik dengan status siaga bencana

      Sekda Bali: Warga tak perlu panik dengan status siaga bencana

      Jumat, 23 Januari 2026 18:20

      Jasad ibu dan balita korban rumah ambruk di Tabanan ditemukan

      Jasad ibu dan balita korban rumah ambruk di Tabanan ditemukan

      Jumat, 23 Januari 2026 5:12

      PKK Badung genjot ketahanan pangan keluarga

      PKK Badung genjot ketahanan pangan keluarga

      Kamis, 22 Januari 2026 20:04

  • Pariwisata
    • PHRI Bali periode baru fokus kumpulkan data usaha pariwisata Pulau Dewata

      PHRI Bali periode baru fokus kumpulkan data usaha pariwisata Pulau Dewata

      Jumat, 23 Januari 2026 18:39

      Pemkab Buleleng rapikan kabel semrawut di Kota Singaraja

      Pemkab Buleleng rapikan kabel semrawut di Kota Singaraja

      Rabu, 21 Januari 2026 20:15

      Pemkab Badung libatkan warga bersihkan sampah kiriman di pantai

      Pemkab Badung libatkan warga bersihkan sampah kiriman di pantai

      Rabu, 21 Januari 2026 19:44

      Ombudsman minta Pemprov Bali buat standar layanan PWA

      Ombudsman minta Pemprov Bali buat standar layanan PWA

      Rabu, 21 Januari 2026 19:42

      Prambanan Shiva Festival diharapkan genjot wisata religi

      Prambanan Shiva Festival diharapkan genjot wisata religi

      Senin, 19 Januari 2026 9:34

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Jumat, 27 Oktober 2023 16:49

  • Olahraga
    • Bali United tahan Semen Padang imbang 3-3

      Bali United tahan Semen Padang imbang 3-3

      Sabtu, 24 Januari 2026 20:30

      Atlet panahan Ken Swagumilang sabet emas perdana Indonesia di APG

      Atlet panahan Ken Swagumilang sabet emas perdana Indonesia di APG

      Sabtu, 24 Januari 2026 14:09

      PSG meluncur ke puncak klasemen setelah bungkam Auxerre 1-0

      PSG meluncur ke puncak klasemen setelah bungkam Auxerre 1-0

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:55

      Inter Milan pesta gol gilas Pisa 6-2

      Inter Milan pesta gol gilas Pisa 6-2

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:42

      Bali United incar poin penuh ketika ladeni Semen Padang besok

      Bali United incar poin penuh ketika ladeni Semen Padang besok

      Jumat, 23 Januari 2026 20:17

  • Taksu
    • Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Minggu, 18 Januari 2026 13:27

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Kamis, 15 Januari 2026 9:40

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Jumat, 9 Januari 2026 20:44

      WHDI Badung minta anak muda jadi agen toleransi dan kerukunan

      WHDI Badung minta anak muda jadi agen toleransi dan kerukunan

      Senin, 28 Juli 2025 19:02

      Umat Hindu buat upacara penyucian Selat Bali pasca tenggelam KMP Tunu Pratama

      Umat Hindu buat upacara penyucian Selat Bali pasca tenggelam KMP Tunu Pratama

      Jumat, 25 Juli 2025 21:55

  • Artikel
    • Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Minggu, 10 Agustus 2025 10:28

  • Seni dan Hiburan
    • Film Esok Tanpa Ibu tampilkan pergeseran peran keluarga

      Film Esok Tanpa Ibu tampilkan pergeseran peran keluarga

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:29

      Lagu pertunjukan "Musikal Perahu Kertas" dirilis

      Lagu pertunjukan "Musikal Perahu Kertas" dirilis

      Rabu, 21 Januari 2026 17:34

      Revalina S Temat akui tertantang atur emosi di film religi terbarunya

      Revalina S Temat akui tertantang atur emosi di film religi terbarunya

      Selasa, 20 Januari 2026 20:34

      Dari Bali, Slank salurkan hasil konser untuk korban bencana Sumatera

      Dari Bali, Slank salurkan hasil konser untuk korban bencana Sumatera

      Senin, 19 Januari 2026 12:01

      Wali Kota Denpasar dukung Putri Anak Indonesia Pariwisata

      Wali Kota Denpasar dukung Putri Anak Indonesia Pariwisata

      Kamis, 15 Januari 2026 19:16

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • JAS Denpasar dinobatkan Best Station di ajang Ground Handling dunia

      JAS Denpasar dinobatkan Best Station di ajang Ground Handling dunia

      Sabtu, 24 Januari 2026 10:41

      Pemkot Denpasar perkuat mitigasi banjir dengan sistem peringatan dini

      Pemkot Denpasar perkuat mitigasi banjir dengan sistem peringatan dini

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:45

      BKPM-Pemprov Bali perketat perizinan investasi asing di Bali

      BKPM-Pemprov Bali perketat perizinan investasi asing di Bali

      Jumat, 23 Januari 2026 0:03

      Barantin gagalkan 7.355 burung ilegal masuk wilayah Bali

      Barantin gagalkan 7.355 burung ilegal masuk wilayah Bali

      Kamis, 22 Januari 2026 1:12

      Tim SAR gabungan terus lakukan pencarian Ibu dan balita hanyut di Bali

      Tim SAR gabungan terus lakukan pencarian Ibu dan balita hanyut di Bali

      Rabu, 21 Januari 2026 21:29

  • English

Hari Santri dan heroisme "Zaman Now"

Senin, 22 Oktober 2018 8:23 WIB

Hari Santri dan heroisme

Sejumlah warga mengikuti kirab kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di kawasan Kuta, Badung, Bali, Senin (22/10/2018). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2018 sekaligus untuk menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wdy/2018

Denpasar (Antaranews Bali) - Hari Santri yang diperingati pada setiap tanggal 22 Oktober bukan hanya milik Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah, melainkan terkait peran penting kaum agamis yang cinta Tanah Air dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Secara substansi, Hari Santri memang terkait dengan keluarnya Resolusi Jihad yang dimotori oleh KH Hasyim Asy'ari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945, namun sejarah mencatat bahwa hal itu berawal dari kegalauan Bung Karno mendengar rencana kedatangan Tentara Sekutu di Surabaya.

Bagi Bung Karno, bila terjadi peperangan maka persenjataan tidak akan imbang. Sejarah mencatat bahwa saat galau itulah mendorong Jenderal Besar Soedirman untuk menyarankan Bung Karno agar mengirim utusan khusus ke Tebuireng.

Tujuan utusan khusus ke Pesantren Tebuireng itu adalah menemui Rais Akbar Syuriah PBNU KH Hasyim Asy'ari untuk meminta fatwa tentang hukum jihad membela negara yang bukan negara Islam, seperti Indonesia, lalu KH Hasyim Asy'ari meminta KH Wahab Chasbullah untuk mengumpulkan ketua NU se-Jawa dan Madura.

Tidak hanya itu, KH Hasyim Asy'ari juga meminta sejumlah kiai utama NU untuk melakukan istikhoroh, diantaranya KH Abbas Buntet Cirebon. Akhirnya, 21 Oktober 1945 terjadi pertemuan kiai dan pimpinan NU se-Jawa dan Madura di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama, Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, yang dipimpin KH Hasyim Asy'ari yang dilanjutkan KH Wahab Chasbullah sambil mendengar hasil "istikhoroh" (sholat meminta petunjuk) para kiai.

Esoknya, lahirlah tiga rumusan yang dikenal dengan Resolusi Jihad yakni setiap muslim wajib memerangi orang kafir yang menghalangi kemerdekaan Indonesia, pejuang yang mati dalam membela Indonesi layak dianggap syuhada, dan warga yang memihak Belanda dianggap memecah belah persatuan karena itu harus dihukum mati.

Resolusi Jihad yang ditulis dalam huruf Arab Jawa atau pegon itu disebarluaskan ke jaringan pesantren se-Jawa dan Madura serta para komandan Laskar Hizbullah-Sabilillah yang dimuat dalam sejumlah media massa pergerakan. Tiga hari berikutnya (25/10), 6.000 prajurit Sekutu datang ke Surabaya, maka para santri pun bergerak ke Surabaya hingga situasi Surabaya pun memanas, karena Resolusi Jihad telah memompa pertempuran tiga hari di Surabaya pada 27-29 Oktober 1945.

Tentara Inggis pun kewalahan, lalu mereka mendatangkan Bung Karno ke Surabaya untuk melakukan gencatan senjata pada 30 Oktober, namun sorenya terjadi insiden Jembatan Merah yang menewaskan "orang pertama" Sekutu, Jenderal Mallaby, sehingga gencatan senjata pun berakhir.

Hal itu mendorong Tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada masyarakat Surabaya untuk menyerahkan senjata paling lambat tanggal 10 November dan jika tidak diindahkan, maka Surabaya akan dibumihanguskan. Mendengar hal itu, para santri dan pemuda Surabaya dari berbagai komponen pun marah, kareana itu seorang pemuda bernama Bung Tomo pun sowan ke KH Hasyim Asy'ari untuk menyiarkan Revolusi Jihad ke seluruh masyarakat Surabaya melalui radio yang berada di persimpangan Jalan Kombes Duriyat, Surabaya (Jalan Mawar nomor 10, Kecamatan Tegalsari, Surabaya).

Orasi Bung Tomo melalui radio rakyat itu membuat Revolusi Jihad "membakar" semangat Arek-Arek Suroboyo hingga target Sekutu untuk menguasai Surabaya dalam tiga hari tidak terbukti, bahkan pada hari kedua justru pengganti Jenderal Mallaby yang juga jenderal senior pun terbunuh, dan pertempuran di Surabaya pun berlangsung cukup lama, yakni tiga minggu.

"Resolusi Jihad inilah yang menjadi pemantik semangat juang para santri untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari para Sekutu dan KH Hasyim Asyari juga menanamkan nasionalisme dan patriotisme melalui pendidikan di pesantren dan dakwah di tengah masyarakat," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya A. Muhibbin Zuhri.

Ia menilai revolusi fisik pada tahun 1945 merupakan momentum penting yang menjadi pangkal tolak Indonesia sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat secara politik. "Fatwa Jihad dalam Resolusi jihad yang dikeluarkan oleh NU, memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengkristalkan semangat nasionalisme yang sudah lama tertanam di kalangan masyarakat muslim," katanya.

Namun, sejarah nasional Indonesia sempat tidak mencantumkan catatan penting mengenai Resolusi Jihad sebagai konteks peperangan yang akhirnya ditandai secara nasional sebagai Hari Pahlawan tersebut. "Hilangnya fragmen penting itu, merupakan bias dari historiografi sejarah nasional yang lebih bernuansa elitis dan politis," kata dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.

Fakta sejarah yang mulai diakui negara sejak 2015 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 dengan menetapkan tanggal itu sebagai Hari Santri itu seakan menjadi "formalitas" dari negara terhadap peran strategis kaum santri. Saat itu, 22 Oktober 2015 bertepatan dengan 9 Muharram 1437 Hijriah.

"Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober bukan hanya milik Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah, melainkan milik Indonesia. Memang, pesantren selama ini banyak dikelola NU, tapi bukan berarti santrinya hanya milik NU. Tradisi santri ini sebenarnya sudah ada berabad-abad sejak zaman pra-Islam," kata Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Cholil Staquf.

Dalam Seminar Hari Santri Nasional di Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, ia menegaskan bahwa peran santri dalam proses kemerdekaan dan pembentukan NKRI juga sangat sangat besar. Bukan hanya dengan angkat senjata, tetapi juga dalam perundingan-perundingan dan proses dialektika.

"Lewat para ulama melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), lahirlah Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya dan NKRI sebagai bentuk negaranya. Jadi, jargon Jas Merah (Jangan Melupakan Sejarah) kini dilengkapi dengan Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama)," kata anggota Watimpres itu.

Heroisme "Zaman Now"
Dalam sambutan tertulis peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018, Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Sirodj MA menegaskan bahwa santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

"Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Tahun 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila," katanya.

Tahun 1945, demi persatuan dan kesatuan bangsa kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia Ir. Soekarno sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi.

Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah).

Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari Khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa --bukan negara-agama, bukan negara suku-- yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan konstitusi, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan.

"Tanpa peran kaum santri, dengan sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), maka NKRI belum tentu eksis hingga hari ini. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran 'Islam wasathiyyah' (Islam Tengah)," katanya.

Fakta sejarah dan argumentasi agama yang melandasinya agaknya penting untuk ditarik dalam konteks kekinian dalam membangun heroisme "zaman now" melalui spirit "negara-bangsa" yang pernah digelorakan Bung Tomo dan para ulama, apalagi "zaman now" ditingkahi dengan arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Dalam konteks inilah dapat dipahami adanya penentangan terhadap HTI dan kelompok serupa.

"Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Selain spiritualisme yang memadukan agama dengan nasionalisme, Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhanaan dan asketisme yang melekat sebagai karakter kaum santri, mengingat kini merebaknya ancaman bangsa berupa korupsi, narkoba, LGBT dan hoaks," kata Said Aqil Sirodj.

Ancaman hoaks menjadi nyata dalam era digital yang menyodorkan internet sebagai bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya dengan aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besarnya, karena internet dapat digunakan untuk menebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga bisa dipakai untuk merusak harga diri dan martabat kemanusiaan dengan ujaran kebencian dan fitnah tanpa logika serta godaan duniawi.

"Alhamdulillah, santri selama ini sanggup mengemban amanat negara-bangsa dengan berbagai tantangan zamannya. Terbukti, walaupun Mbah Hasyim Asy’ari disiksa Jepang untuk hormat ke arah matahari terbit (seikerei), beliau tegas menolak. Kyai Wahid Hasyim hingga Gus Dur juga demikian, selalu menyatakan kalimatul haq dan tidak pernah tergiur dengan godaan duniawi apapun. Berteriak lantang seakan-akan berjuang demi agama, demi Allah SWT, demi bangsa, demi negara, untuk menegakkan kalimatul haq, padahal sejatinya demi kehidupan dunia," katanya.

Dalam dakwah menegakkan "kalimatul haq" itu, kaum santri selalu mengedepankan sikap santun, sabar, dan "sikap sosial" seperti moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), seiring dengan akhlakul karimah (akhlak/perilaku mulia) yang dikembangkan Nabi Muhammad SAW dalam mengajak umatnya untuk kembali kepada agama.

Bila Nabi Luth merasa jengkel ketika umatnya bergaul ala LGBT, lalu berdoa agar umatnya jera, maka bumi pun menelan umatnya, namun Nabi Muhammad SAW sangat santun, sabar, dan baik, meski kaum Thaif menghajar nabi hingga babak belur dan penuh luka dalam sebuah peperangan.

Bahkan, malaikat pun marah dan siap mengangkat gunung untuk menghukum kaum Thaif, namun Nabi Muhammad SAW justru berkata sangat lembut, "Jangan engkau hukum mereka, wahai Malaikat, karena generasi pasca-mereka mungkin lebih baik".

Nabi Nuh pun begitu. Ketika umatnya didakwahi 1.000 tahun tak juga berubah, maka ia pun berdoa agar umatnya diganjar dan umatnya akhirnya digulung banjir, namun Nabi Muhammad SAW sangat santun, sabar, dan baik, meski seorang yahudi yang meludahi sampai berhari-hari, berbulan-bulan.

Wajah Muhammad yang penuh ludah pun hanya ditepis dengan tangan lembutnya dan ketika ludah itu tak muncul lagi, maka Muhammad justru bertanya tetangganya: kemana si Yahudi? Si Yahudi sedang sakit keras, ya Nabi, kata sang tetangga. Muhammad pun bergegas pulang untuk meminta istrinya Aisyah guna memasak untuk dihantarkan kepada si yahudi yang sakit keras.

Si Yahudi pun tersipu ketika tahu bahwa tetangga yang menjenguknya adalah Muhammad SAW yang selama ini diludahi, lalu ia pun buru-buru memanggil Muhammad dan memintanya untuk memimpin syahadat. Itulah "buah" kesantunan dan kesabaran khas Muhammad SAW Al-Amin.

Namun, sikap-sikap Muhammad SAW itu nyaris tak tersisa lagi pada umat zaman now yang justru suka memaksa orang lain untuk ber-Islam dengan versi-nya yang diakuinya terbaik. Atau, umat era milineal yang justru merasa cukup dengan sedikit ilmu dengan "hanya" ribuan/ratusan ribu "follower" tapi sudah merasa paling islami di dunia dengan menilai orang lain tidak islami, bahkan begitu "ahli" menyalahkan, men-syirik-kan, menyesatkan, mengkafirkan, me-neraka-kan.

Contohnya, isu Islam Nusantara yang disimpulkan tanpa kesantunan, namun sudah merasa lebih islami dan lebih alim dari orang lain, bahkan masih ditingkahi dengan caci maki dan hoaks yang menghalalkan segala cara ibarat teroris yang menghalalkan pencurian.

Padahal, Muhammad SAW yang mempunyai miliaran "follower" tanpa media sosial saja sangat santun, sabar, dan penuh akhlakul karimah. Kalau mau santun, Islam Nusantara itu tetap memakai syahadat, sholat lima waktu, zakat, puasa, haji, dan ibadah lainnya, namun Islam Nusantara yang sudah lama dikembangkan para walisongo sebagai "Islam Ber-akhlak" itu dicap Islam baru. Sebuah kesimpulan bernuansa benci yang semakin menunjukkan betapa pentingnya Hari Santri untuk menggelorakan Islam Berakhlak!.

Pewarta: Edy M Yakub
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

10.000 warga Surabaya ikuti jalan sehat Hari Santri

10.000 warga Surabaya ikuti jalan sehat Hari Santri

26 Oktober 2024 10:45

Menko Muhaimin kecam pelaku kekerasan seksual berkedok panti asuhan

Menko Muhaimin kecam pelaku kekerasan seksual berkedok panti asuhan

22 Oktober 2024 11:52

Presiden Jokowi serukan tolak praktik fitnah dan hoaks saat pemilu

Presiden Jokowi serukan tolak praktik fitnah dan hoaks saat pemilu

22 Oktober 2023 11:35

Presiden Jokowi tiba di Jawa Timur hadiri peringatan Hari Santri 2023

Presiden Jokowi tiba di Jawa Timur hadiri peringatan Hari Santri 2023

22 Oktober 2023 03:23

Wapres  rayakan Hari Santri di Yogyakarta

Wapres rayakan Hari Santri di Yogyakarta

24 Oktober 2022 09:24

Hari Santri, bela negara, dan radikal digital

Hari Santri, bela negara, dan radikal digital

21 Oktober 2022 14:08

Wapres dorong pesantren beradaptasi dengan perubahan zaman

Wapres dorong pesantren beradaptasi dengan perubahan zaman

20 Oktober 2021 16:03

Resensi - Buku "Tinta Emas" Kiai Shiddiq lengkapi Peran Ke-Indonesia-an

Resensi - Buku "Tinta Emas" Kiai Shiddiq lengkapi Peran Ke-Indonesia-an

19 Oktober 2021 19:40

Terpopuler

Bupati Gianyar di Bali angkat pejabat hasil seleksi terbuka

Bupati Gianyar di Bali angkat pejabat hasil seleksi terbuka

Gubernur Bali bahas rencana peresmian kantor Konsulat Slovakia

Gubernur Bali bahas rencana peresmian kantor Konsulat Slovakia

Angin puting beliung terjang belasan rumah di Jembrana

Angin puting beliung terjang belasan rumah di Jembrana

BMKG prakirakan potensi Bali diguyur hujan sangat lebat Rabu ini

BMKG prakirakan potensi Bali diguyur hujan sangat lebat Rabu ini

Denpasar diperkirakan hujan ringan Senin ini

Denpasar diperkirakan hujan ringan Senin ini

Top News

  • TNI AL ungkap penjual senjata api ilegal di Denpasar

    TNI AL ungkap penjual senjata api ilegal di Denpasar

    4 jam lalu

  • Atlet panahan Ken Swagumilang sabet emas perdana Indonesia di APG

    Atlet panahan Ken Swagumilang sabet emas perdana Indonesia di APG

    9 jam lalu

  • Sekda Bali: Warga tak perlu panik dengan status siaga bencana

    Sekda Bali: Warga tak perlu panik dengan status siaga bencana

    23 Januari 2026 18:20

  • Waspadai prakiraan hujan lebat di Bali pada Jumat dipicu bibit siklon 91S

    Waspadai prakiraan hujan lebat di Bali pada Jumat dipicu bibit siklon 91S

    23 Januari 2026 07:13

  • Buronan interpol paling dicari di Rumania dan Eropa dideportasi dari Bali

    Buronan interpol paling dicari di Rumania dan Eropa dideportasi dari Bali

    22 Januari 2026 14:15

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
notification icon
Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com