Gianyar, Bali (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali kembali mengadakan Taman Nusantara Gianyar guna membina kerukunan generasi muda.
“Saya merasa bangga dengan toleransi antar umat beragama. Rakyat saling bahu membahu dalam Pembangunan, sehingga banyak prestasi dan penghargaan dapat kita raih untuk kebanggaan Kabupaten Gianyar,” kata Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Pasek Lanang Sadia di Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa.
Taman Nusantara Gianyar diadakan di aula SMP Hindu Negeri 2 Sukawati yang melibatkan siswa-siswi SMP/MTs lintas agama.
Kegiatan itu dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama, pelajar, guru, dan berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa melalui pemahaman dan pengamalan kerukunan antar umat beragama.
Taman Nusantara Gianyar merupakan terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gianyar guna mewujudkan fungsi pendidikan yang terbagi dari tiga komponen yang tidak dapat dipisahkan yakni mengembangkan kemampuan, membentuk watak, dan membentuk peradaban bangsa.
Mengusung tema “Melalui Taman Nusantara Gianyar Kita Bina Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045”, Taman Nusantara Gianyar dilaksanakan selama lima hari.
Agenda itu melibatkan sebanyak 80 orang pelajar SMP/MTs serta pada hari terakhir dilakukan kunjungan lapangan ke tempat ibadah berbagai agama yang ada di Kabupaten Gianyar.
I Ketut Pasek Lanang Sadia menambahkan Indonesia sebagai bangsa dirajut dari multi-suku, agama, dan ras serta memiliki identitas budaya yang beraneka ragam.
Keanekaragaman yang membaur dan membangun budaya bangsa Indonesia memiliki dinamika serta nilai estetika yang tinggi.
Sehingga, lanjut dia, pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini kepada generasi muda.
Ia berharap peran para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat untuk mengampanyekan perbedaan adalah suatu keindahan yang patut dinikmati dan bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan.
“Saya berharap kegiatan ini mampu membangun pengetahuan, dan pemahaman sejak dini dari anak-anak kita terhadap sejarah perkembangan agama yang ada di kabupaten Gianyar, dan pokok-pokok keimanan lintas agama yang ada, pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, serta kenakalan remaja dan narkoba,” imbuhnya.
