Berdasarkan evaluasi yang dilakukan DPRD, kualitas proyek yang buruk itu karena kebiasaan kontraktor pemenang tender yang mensubkan pengerjaan kepada kontraktor lain.
"Setiap kita sidak dan evaluasi proyek yang bermasalah, pasti proyek-proyek yang disubkan oleh kontraktor pemenang tender," kata Sugiasa.
Meski tidak memungkiri, aturan memperbolehkan pola tersebut, Sugiasa menilai, hal ini potensial menurunkan kualitas proyek karena rekanan yang menjadi sub kontraktor juga menginginkan keuntungan.
Ke depan untuk menghindari proyek dengan kualitas yang buruk, Sugiasa mengaku, pihaknya akan minta kepada seluruh asosiasi kontraktor untuk menekankan kepada anggota masing-masing agar tidak mensubkan proyek. (Gis/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.