Kuta (Antara Bali) - Seorang warga negara Jepang harus mengalami kerugian sekitar Rp100 juta akibat peristiwa perampokan dengan modus coblos ban mobil di Jalan Majapahit, Kuta, Bali, Jumat.
Korban Miko yang sedang mengandung tujuh bulan dan rekannya bernama Erna, dirampok saat itu usai dari Bank Mandiri Kuta untuk menarik uang sebesar 10 ribu dolar Amerika Serikat.
Namun saat melintas di Jalan Majapahit, Banjar Temacun, Kuta, tiba-tiba mobil Avanza berwarna abu-abu dengan nomor polisi DK-555-AN yang mereka tumpangi oleng akibat ban sebelah kiri bagian belakang bocor.
"Karena mobil kami goyang, lalu kami berhenti dan tidak curiga apapun," ujar Erna, rekan korban.
Saat turun dari mobil untuk mengecek mobilnya, diduga ada dua orang pengendara sepeda motor yang mengambil tas milik korban yang berada di dalam mobil.
"Kami baru sadar kalau tas kami hilang dibawa mereka," ungkapnya.
Selain kehilangan tas milik perusahaan PT Wedding Brider yang berisi uang 10 ribu dolar AS, korban juga kecurian surat-surat dan barang berharga lainnya. Atas peristiwa tersebut, diperkirakan korban mengalami kerugian mencapai Rp100 juta.
Setelah mendapat laporan, akhirnya polisi datang ke lokasi dan melakukan oleh TKP. Dari ban mobil itu, polisi menemukan sebuah paku yang diduga digunakan pelaku agar ban mobil korban bocor sehingga korban terpaksa harus berhenti.
Saat ini, polisi masih belum dapat mengidentifikasi siapa pelaku perampokan bermodus coblos ban itu serta masih mendalami kasus tersebut.(*)
