"Penjagaan memang diperlukan, namun kesan yang muncul dengan adanya keterlibatan pihak kepolisian pelaksanaan UN terkesan gawat," katanya di Denpasar, Minggu.
Terkait dengan adanya peristiwa siswa SMP di Kabupaten Tabanan yang bunuh diri karena merasa tertekan saat mengerjakan soal UN Matematika, dia menyatakan pelaksanaan UN tidak bisa sepenuhnya disalahkan.
"Saya kira bukan hanya UN yang memberika tekanan tapi pasti ada permasalahan lain. Dalam pelaksanaan UN yang sekarang standar kelulusan dibantu oleh nilai ujian sekolah dan tidak sepenuhnya diambil dari nilai UN sebetulnya meringankan siswa," katanya.
Untuk UN pada tahun 2014, dia menilai secara umum sudah berjalan dengan baik karena tidak adanya keterlambatan soal, namun sangat disayangkan masih adanya kunci jawaban soal di tengah-tengah pelaksanaan UN SMP.
"Perlu adanya evaluasi pada percetakan soal UN dan proses pendistribusian serta kelompok belajar karena di sana lah rentannya terjadi kebocoran jawaban," katanya. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Argawa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.