Denpasar (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Bali menyiapkan lebih dari 9 ribu ton beras untuk menyambut periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bali.

Pimpinan Wilayah Bulog Bali Muhamad Anwar di Denpasar, Kamis, menyampaikan dengan stok cadangan pangan yang memadai ini maka peningkatan kebutuhan masyarakat sudah dapat diantisipasi.

“Saat ini stok beras yang dikuasai Bulog Bali mencapai sekitar 9.228 ton dan berada dalam kondisi aman untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Provinsi Bali,” kata dia

“Perum Bulog Bali memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah Provinsi Bali dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” sambung Anwar.

Selain memastikan stok mereka aman untuk daerah pariwisata ini, Bulog bersama pemerintah daerah dan aparat turut melakukan sidak sebagai upaya pengawasan dan pengendalian harga serta pasokan pangan.

Kunjungan lapangan dilakukan di Pasar Kreneng dan ritel moderen GrandLucky Denpasar.

Dalam inspeksi tersebut, tim memastikan bahwa harga beras terpantau stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu, beras medium sebesar Rp12.500 per kg dan beras premium sebesar Rp14.900 per kg

“Selain itu, pasokan beras baik di pasar tradisional maupun ritel moderen terpantau aman dan tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan menjelang Nataru,” ujar Anwar.

Selama periode Nataru ini Bulog Bali mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Gantinya, mereka memastikan pasokan pangan tersedia dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan kesiapan stok serta sinergi lintas sektor, Bulog Bali optimistis kebutuhan pangan masyarakat Bali selama perayaan Natal dan tahun baru dapat terpenuhi dengan baik,” kata Anwar.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Widodo Suyamto Jusuf

COPYRIGHT © ANTARA 2026