Denpasar (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Bali memastikan stok beras dari cadangan beras pemerintah (CBP) cukup untuk menyambut Idul Adha 2026.
“Stok beras yang tersimpan di seluruh gudang Perum Bulog Bali tercatat sebanyak 10.739 ton, menunjukkan cukup untuk kebutuhan Idul Adha, bahkan untuk 5 bulan ke depan,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Bali Muhamad Anwar saat dikonfirmasi di Denpasar, Selasa.
Ia menyampaikan ketersediaan beras yang cukup bukan hanya karena volumenya yang masih besar, tetapi juga tren Idul Adha di Bali umumnya tidak menunjukkan lonjakan tinggi.
Seperti bulan-bulan normal, kebutuhan penyaluran beras Bulog masih direntang 1.000-2.600 ton per bulan.
Meski demikian, Bulog Bali tetap melakukan antisipasi dan pemantauan terutama pada permintaan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di daerah-daerah guna memastikan kebutuhan beras Bulog untuk Idul Adha pada Rabu, 27 Mei tercukupi.
“Saat ini tidak ada lonjakan signifikan kebutuhan untuk Idul Adha, tapi untuk penyaluran SPHP tetap kami jaga menggunakan saluran atau jaringan penjualan mitra Bulog baik pedagang eceran di pasar, outlet binaan, ritel moderen, maupun kerja sama dengan pemerintah daerah melalui Gerakan Pangan Murah,” ujar Anwar.
Selain beras SPHP, dengan stok beras melimpah saat ini, Bulog Bali terus mendorong percepatan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah.
Saat ini mereka fokus menyelesaikan bantuan pangan alokasi Februari-Maret yang sudah disalurkan ke 99 persen penerima manfaat di desa.
Bantuan pangan ini terus digencarkan, selain karena tugas, program ini sekaligus untuk mendukung kebutuhan pangan saat Idul Adha.
“Progres penyaluran bantuan pangan sudah berjalan dengan baik, kami berkoordinasi dengan Pemprov Bali melalui dinas ketahanan pangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk melakukan sosialisasi dan monitoring proses penyaluran bantuan pangan,” tuturnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.