Denpasar (ANTARA) - Perum Bulog Bali memastikan stok beras cadangan pemerintah berupa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan cukup untuk menyambut Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
“Kita akan menghadapi Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tidak lama lagi kira-kira 10 hari lagi, yang bisa kami sampaikan ketersediaan stok khususnya beras cadangan pemerintah sangat cukup, sangat aman,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Bali M Anwar di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan stok beras Bulog di Bali sebanyak 15.000 ton, dengan asumsi ketika hari biasa untuk penjualan beras SPHP dan pembagian bantuan pangan dalam sebulan kebutuhan di Bali hanya 6.000 ton.
Sehingga stok beras saat ini, menurut dia, setara untuk memenuhi kebutuhan 2,5 bulan di Bali pada hari biasa, selain juga cukup untuk memenuhi setidaknya 10 hari ke depan.
“Kalau untuk menghadapi hari raya kan tahun lalu juga berdekatan Nyepi dengan Idul Fitri, Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (beras SPHP) sendiri rata-rata sebulan di Bali itu kurang lebih tersalurkan 1.000 ton, kemudian kami punya kebutuhan terhadap bantuan pangan sehingga total kebutuhan sebulan 6.000 ton,” ujar dia.
Anwar menjelaskan selain berpatokan pada stok yang ada, mereka juga terus menyerap hasil produksi petani lokal, dengan rata-rata per hari mereka membeli setara 60 ton beras atau dalam sebulan bukan musim panen raya mampu menyerap 1.800 ton.
Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tak perlu belanja berlebih atau panik jelang hari raya, sebab untuk produk pangan beras dipastikan mencukupi.
Dengan memanfaatkan stok beras cadangan pemerintah yaitu beras SPHP yang lebih murah, masyarakat juga bisa menekan pengeluaran dan potensi inflasi yang tinggi karena melonjaknya harga produk pangan.
“Ini menjadi sebuah instrumen, alat pemerintah untuk memberi pilihan kepada masyarakat bahwa ada beras yang murah dan stok kita aman, terus kami distribusikan dan sudah ditetapkan oleh pemerintah yang khususnya difokuskan diutamakan adalah pasar rakyat atau pasar tradisional,” kata Anwar.
Hingga saat ini beras SPHP masih dijual sesuai ketentuan pemerintah yaitu HET Rp12.500 per kilogram dan sekitar seminggu jelang dua hari raya besar itu pembelian masih stabil.
Bulog Bali mencatat daerah dengan permintaan beras SPHP tertinggi ada di Tabanan, Buleleng, dan Denpasar.
Anwar mengingatkan bahwa selain beras mereka juga mendistribusikan minyak goreng MinyaKita dengan HET untuk konsumen Rp15.700 yang juga bisa menjadi opsi di tengah potensi lonjakan harga kebutuhan pangan lainnya.
“Untuk menekan inflasi kami terus bersama bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait untuk menyelenggarakan gerakan pangan murah, selain itu kami juga melalui saluran-saluran lain yaitu saluran jaringan kita, kemudian melalui Rumah Pangan Kita (RPK) kita yang ada di pasar rakyat,” katanya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.