Tabanan (ANTARA) - Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyebut mengandalkan program Kulkul PKK untuk menumbuhkan semangat gotong-royong dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menuju Bali Bersih Sampah.
"Dengan memanfaatkan kulkul berbahan bambu sebagai simbol komunikasi tradisional, masyarakat diberikan tanda persiapan dan tanda mulai kegiatan secara serentak untuk membersihkan halaman rumah, telajakan, serta fasilitas umum seperti balai banjar dan tempat suci, " kata Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Kamis.
Gerakan yang merupakan program unggulan TP PKK Provinsi Bali ini dilaksanakan serentak di Minggu pertama setiap bulan pukul 06.00–08.00 WITA.
Sehubungan dengan agenda Bali bersih sampah, Ny. Rai dan jajaran meninjau langsung inovasi pengolahan sampah plastik sampah berbasis sumber di Desa Denbantas, Tabanan.
Dalam kunjungan tersebut Ia menyampaikan apresiasi atas terobosan pengolahan sampah plastik melalui mesin pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar seperti bensin, solar dan minyak tanah.
"Pada hari ini saya mengunjungi salah satu rumah tangga yang mengolah sampah dari sumbernya. Ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa dalam mengelola sampah, utamanya sampah plastik. Sampah plastik ini bisa diolah menjadi bensin, solar, dan minyak tanah. Tentu ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,” ujar Bunda Rai di sela-sela kunjungannya.
Ia menjelaskan persoalan sampah saat ini sudah menjadi isu serius yang harus ditangani bersama melalui langkah konkret dan berkelanjutan.
Sehingga diperlukan komitmen dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Dengan langkah sederhana namun konsisten, diharapkan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan.
“Pengelolaan sampah berbasis sumber seperti ini sangat membantu dalam upaya kita menanggulangi persoalan sampah. Tidak menutup kemungkinan inovasi luar biasa ini bisa kita tularkan ke rumah tangga lainnya,” imbuh Bunda Rai.
Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Imam selaku pemilik tempat mengatakan hampir semua jenis plastik dapat diolah, kecuali tiga jenis tertentu, yakni pet (polyethylene terephthalate) seperti botol air mineral bening, pvc (polyvinyl chloride), dan PC (polycarbonate).
Plastik yang tidak dapat diolah melalui mesin pirolisis tersebut diarahkan ke industri daur ulang untuk dicetak ulang menjadi biji plastik.
Tidak hanya sampah plastik, pengelolaan sampah juga mencakup sampah organik melalui sistem sirkular.
Sampah organik diolah menjadi pakan ikan, kemudian kotoran ikan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman hortikultura seperti cabai dan pepaya.
Dengan sistem ini, hampir seluruh sampah dapat dimanfaatkan, menyisakan residu sekitar 1–2 persen.
"Komunitas Bali Harmoni sendiri menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Setiap minggu, sampah yang telah dipilah dikumpulkan di satu titik untuk kemudian dijemput dan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM)," tambah Imam.
