Denpasar (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Tabanan, Bali, I Made Dirga memastikan akan menjalani rekomendasi dari Panitia Khusus Tata Ruang Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali soal keberlanjutan subak Jatiluwih.
“Pemkab Tabanan akan menjalankan rekomendasi-rekomendasi tersebut, kami akan melakukan secara maksimal,” kata Wabup Tabanan di Denpasar, Kamis.
Pansus TRAP DPRD Bali telah memberikan rekomendasi buntut pelanggaran pemanfaatan ruang subak Jatiluwih oleh 13 pelaku usaha.
Rekomendasi itu agar pemerintah daerah tetap menjaga status Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih dari Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) termasuk lahan sawah dilindungi (LSD) dan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
Selanjutnya, pansus meminta Pemkab Tabanan untuk segera menata ulang dan melakukan moratorium pembangunan usaha restoran di area terasering tersebut.
Pansus juga merekomendasikan agar petani yang memiliki lahan sawah bisa membuka ruang wisata yang lebih berkelanjutan dan mengedepankan budaya seperti optimalisasi jalur trek lari, menggunakan gubug petani sebagai usaha kuliner sederhana, dan menggelar atraksi pertanian yang mengedepankan pengalaman langsung kepada wisatawan.
DPRD Bali juga meminta Pemkab Tabanan menaruh perhatian dengan memberikan insentif bagi petani yang telah menjaga sawahnya.
Atas rekomendasi-rekomendasi tersebut, Wabup Dirga memastikan bahwa pihaknya akan menggelar rapat untuk menjalankan arahan dewan.
Ia juga berencana membentuk unit pelaksana teknis yang akan menangani urusan pertanian di subak Jatiluwih untuk memastikan rekomendasi legislatif di Pulau Dewata itu berjalan dan tak ada lagi pembangunan di atas sawah dilindungi.
“Ini dalam rangka mengawasi dan mengarahkan masyarakat hal yang benar, di mana boleh membangun, di mana tidak dan kami akan selalu di sana sehingga tidak ada seperti sekarang bangunannya sudah jadi beroperasional, kami baru datang, jika dilanggar nanti kami pikirkan sanksinya,” imbuh Made Dirga.
Selain akan menjalankan rekomendasi legislatif Wabup Tabanan itu juga sepakat menjaga sawah di Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia UNESCO.
