Wuri, salah seorang pedagang batik di Trusmi, di Cirebon, Minggu mengatakan, liburan Paskah omzet penjualan batik sarimbit meningkat, biasanya terjual sekitar 70 pasang kini mencapai 200 pasang.
Batik sarimbit, kata dia, semakin diminati oleh konsumen Jakarta, Bandung, Sumedang, Tangerang, Cirebon dan Indramayu, sehingga penjualan cukup menggairahkan.
"Perpaduan motif khas Cirebon dan bahan kain batik yang lembut, selain itu model batik tersebut diselaraskan dengan perkembangan busanan saat ini,"katanya.
Sementara itu Ibnu Riyanto pengusaha termuda asal Cirebon yang mendapatkan penghargaan dari MURI mengaku, penjualan berbagai motif batik tradisional semakin menggairahkan, setiap libur panjang jumlah pengunjung meningkat.
Ia menambahkan, batik tradisional khas Pantura Plered kini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Cirebon, sebelumnya usaha batik sempat turun akibat sepi pembeli. (LHS/IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.