• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Sabtu, 14 Februari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

      Jumat, 13 Februari 2026 21:10

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Tinjau SPPG Polri Palmerah, Prabowo minta menu MBG disajikan hangat

      Jumat, 13 Februari 2026 13:54

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kemenimipas dukung penuh LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kamis, 5 Februari 2026 18:48

      Menkomdigi jelaskan peran strategis ANTARA dalam komunikasi publik pemerintah

      Menkomdigi jelaskan peran strategis ANTARA dalam komunikasi publik pemerintah

      Rabu, 4 Februari 2026 20:07

      Menkomdigi tegaskan humas pemerintah penentu reputasi negara

      Menkomdigi tegaskan humas pemerintah penentu reputasi negara

      Rabu, 4 Februari 2026 17:03

  • Updates
    • Ribuan anak muda rayakan HUT Denpasar dengan berlari

      Ribuan anak muda rayakan HUT Denpasar dengan berlari

      Sabtu, 14 Februari 2026 12:01

      Denpasar diprakirakan hujan ringan Sabtu ini

      Denpasar diprakirakan hujan ringan Sabtu ini

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:29

      Pemkab Jembrana komit selesaikan hutang RSU Negara Rp33 miliar lebih

      Pemkab Jembrana komit selesaikan hutang RSU Negara Rp33 miliar lebih

      Jumat, 13 Februari 2026 21:41

      Bupati Badung: Pejabat baru harus profesional dan jaga integritas

      Bupati Badung: Pejabat baru harus profesional dan jaga integritas

      Kamis, 12 Februari 2026 20:59

      DPRD Bali rampungkan 17 Raperda di 2025 dan siap mulai Propemperda

      DPRD Bali rampungkan 17 Raperda di 2025 dan siap mulai Propemperda

      Kamis, 12 Februari 2026 15:05

  • Ekonomi
    • Pertamina tambah 75 persen LPG subsidi jelang Imlek dan Ramadan

      Pertamina tambah 75 persen LPG subsidi jelang Imlek dan Ramadan

      Sabtu, 14 Februari 2026 19:43

      Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

      Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

      Sabtu, 14 Februari 2026 16:28

      Sabtu ini harga emas di Pegadaian kisaran Rp2,9 jutaan per gram

      Sabtu ini harga emas di Pegadaian kisaran Rp2,9 jutaan per gram

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:32

      Satgas Saber Pangan sidak pasar dan distributor di Denpasar

      Satgas Saber Pangan sidak pasar dan distributor di Denpasar

      Jumat, 13 Februari 2026 21:54

      Transaksi KKI QRIS Pemda di Bali capai Rp17,92 miliar

      Transaksi KKI QRIS Pemda di Bali capai Rp17,92 miliar

      Jumat, 13 Februari 2026 20:39

  • Humaniora
    • Pemkab Badung gelar aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan

      Pemkab Badung gelar aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan

      Jumat, 13 Februari 2026 21:46

      Mendikdasmen salurkan bantuan revitalisasi sekolah di Buleleng

      Mendikdasmen salurkan bantuan revitalisasi sekolah di Buleleng

      Jumat, 13 Februari 2026 20:49

      PKK Tabanan andalkan program Kulkul ajak warga peduli lingkungan

      PKK Tabanan andalkan program Kulkul ajak warga peduli lingkungan

      Jumat, 13 Februari 2026 15:14

      Asalkan kondisi terkontrol, pasien gangguan jantung aman berpuasa

      Asalkan kondisi terkontrol, pasien gangguan jantung aman berpuasa

      Jumat, 13 Februari 2026 14:55

      Ada daur ulang kursi roda untuk bantu penyandang disabilitas di Bali

      Ada daur ulang kursi roda untuk bantu penyandang disabilitas di Bali

      Jumat, 13 Februari 2026 14:54

  • Pariwisata
    • Bupati Badung sebut Wapres Gibran serap masukan para pelaku pariwisata

      Bupati Badung sebut Wapres Gibran serap masukan para pelaku pariwisata

      Jumat, 13 Februari 2026 22:07

      Wisata medis terpadu hadir RS KEK Sanur

      Wisata medis terpadu hadir RS KEK Sanur

      Jumat, 13 Februari 2026 21:18

      ITDC tambah atraksi Barongsai dan Kecak sambut Imlek di Nusa Dua Bali

      ITDC tambah atraksi Barongsai dan Kecak sambut Imlek di Nusa Dua Bali

      Kamis, 12 Februari 2026 17:09

      Wamenpar gandeng pelaku industri berkolaborasi genjot pariwisata

      Wamenpar gandeng pelaku industri berkolaborasi genjot pariwisata

      Minggu, 8 Februari 2026 10:20

      Gerakan ASRI perkuat penanganan sampah laut

      Gerakan ASRI perkuat penanganan sampah laut

      Sabtu, 7 Februari 2026 10:18

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Hoaks! Jokowi sebut Gibran-Kaesang calon Presiden-Wapres 2029

      Senin, 9 Februari 2026 9:15

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

  • Olahraga
    • Bali United ungkap pemain kurang fit jelang jamu Persija

      Bali United ungkap pemain kurang fit jelang jamu Persija

      Sabtu, 14 Februari 2026 19:27

      AC Milan taklukkan Pisa 2-1

      AC Milan taklukkan Pisa 2-1

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:39

      Chelsea hajar Hull City 4-0 di Piala FA

      Chelsea hajar Hull City 4-0 di Piala FA

      Sabtu, 14 Februari 2026 7:35

      Liverpool tekuk Sunderland 1-0

      Liverpool tekuk Sunderland 1-0

      Kamis, 12 Februari 2026 6:52

      Manchester City babat habis Fulham 3-0

      Manchester City babat habis Fulham 3-0

      Kamis, 12 Februari 2026 6:47

  • Taksu
    • Menag optimistis widyalaya cetak generasi kuat moral

      Menag optimistis widyalaya cetak generasi kuat moral

      Jumat, 13 Februari 2026 21:22

      Menag: Widyalaya mampu jadi lembaga lahirkan generasi Hindu unggul

      Menag: Widyalaya mampu jadi lembaga lahirkan generasi Hindu unggul

      Jumat, 13 Februari 2026 6:11

      Menag: Ramadhan harus sentuh batin dan kepedulian sosial

      Menag: Ramadhan harus sentuh batin dan kepedulian sosial

      Senin, 9 Februari 2026 19:21

      Prabowo ingatkan pemimpin jauhi dendam, prioritaskan kepentingan rakyat

      Prabowo ingatkan pemimpin jauhi dendam, prioritaskan kepentingan rakyat

      Minggu, 8 Februari 2026 10:18

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Kamis, 29 Januari 2026 15:31

  • Artikel
    • Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Menyulap sampah plastik jadi BBM

      Kamis, 5 Februari 2026 18:29

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

  • Seni dan Hiburan
    • Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Panji Pragiwaksono tuntaskan sanksi adat di Toraja

      Kamis, 12 Februari 2026 6:59

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Westlife anggap Indonesia "rumah kedua"

      Rabu, 11 Februari 2026 8:16

      KLa Project bawa kenangan sekaligus kejutan dalam konser "LUX NOVA"

      KLa Project bawa kenangan sekaligus kejutan dalam konser "LUX NOVA"

      Minggu, 8 Februari 2026 8:26

      Lagu "work" milik no na puncaki trending global

      Lagu "work" milik no na puncaki trending global

      Sabtu, 7 Februari 2026 14:02

      Cakra Khan dan Chrisye kolaborasi lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"

      Cakra Khan dan Chrisye kolaborasi lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"

      Rabu, 4 Februari 2026 19:23

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • Wapres soroti penanganan sampah dan kunjungan wisatawan di Bali

      Wapres soroti penanganan sampah dan kunjungan wisatawan di Bali

      Jumat, 13 Februari 2026 21:52

      Menag dorong Widyalaya perkuat pendidikan karakter dan inklusif

      Menag dorong Widyalaya perkuat pendidikan karakter dan inklusif

      Jumat, 13 Februari 2026 20:46

      Gibran minta Pemkot Denpasar berikan subsidi harga bahan pokok merata

      Gibran minta Pemkot Denpasar berikan subsidi harga bahan pokok merata

      Jumat, 13 Februari 2026 17:37

      Pemerintah dan Sungai Watch ajak warga pilah sampah dari rumah

      Pemerintah dan Sungai Watch ajak warga pilah sampah dari rumah

      Rabu, 11 Februari 2026 23:54

      Polisi tangkap 39 WN India bisnis judol di Bali, omzet capai Rp8 M

      Polisi tangkap 39 WN India bisnis judol di Bali, omzet capai Rp8 M

      Sabtu, 7 Februari 2026 21:27

  • English

Terorisme dan Ideologi "Takfiri/Jihadi" di Indonesia

Sabtu, 17 April 2021 13:00 WIB

Terorisme dan Ideologi

Salah satu manuskrip karya Ulama Nusantara (Antara News Bali/*/NO/2021)

Denpasar (ANTARA) - Adalah pernyataan viral dari Ketua Umum PBNU KH Said Agil Sirodj bahwa "pintu masuk" terorisme itu benih-nya dari Wahabi dan Salafi. Wahabisme itu bukanlah terorisme, tapi dari paham Wahabi itu memunculkan bibit-bibit teroris, karena ajaran Wahabi itu memusyrikkan segala hal, atau takfiri (mengkafirkan) dan jihadi (teror/kekerasan).

"Kalau sudah Wahabi, ini musyrik, ini bi'dah, ini nggak boleh, ini sesat, ini kafir (takfiri), itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi, sudah halal darahnya dan boleh dibunuh (jihadi)," katanya saat membuka webinar Ikatan Sarjana NU atau ISNU bertajuk 'Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial' (30/3/2021).

Selain Wahabi, ajaran Salafi juga disebut Said Agil bisa menjadi "pintu masuk" terorisme di Indonesia, karena Wahabi maupun Salafi sama-sama mengajarkan bahwa apa pun yang tidak sama dengan zaman Rasulullah SAW, maka termasuk sesat. Mereka bergabung dengan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang "keras" bukan hanya kepada non-Muslim, tapi Muslim juga.

Mirip ISIS, mereka maunya pemerintahan Islam mirip zaman Rasulullah. "Walaupun mereka naik mobil sih, bukan naik unta. Tapi apapun yang kita lakukan, kalau tak seperti Rasulullah, katanya bid'ah. Kalau bid'ah berarti sesat. Kalau sesat berarti neraka. Ajaran seperti ini pintu masuk untuk menjadi terorisme, menghalalkan darah sesama orang," katanya.

Pandangan itu dibenarkan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwahid bahwa seluruh teroris yang ada di tahanan Densus-88, BNPT maupun lapas-lapas pelaku teror, memang mereka berpaham Salafi-Wahabi. Jadi, Salafi-Wahabi itu menjadi "pintu masuk" radikalisme, tapi "pintu" (ideologi takfiri/jihadi) itu bukan "rumah" (Salafi/Wahabi).

Faktanya, Tim Densus 88 Antiteror selama Januari-Maret 2021 saja telah menangkap 94 orang terduga teroris di Makassar (Sulawesi Selatan), Bima (NTB), Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Bekasi (Jawa Barat) dan Tangerang Selatan (Banten). Dari semuanya hanya tangkapan Polda Metro Jaya yang bukan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau Jamaah Islamiah (JI) yang berpaham mirip ISIS.

Hal itu juga dibenarkan fakta-fakta yang sangat mudah dilacak melalui Jejak Digital. Misalnya, terduga teroris Zakiah Aini yang menerobos Mabes Polri (30/3/2021) adalah pelajar SLTA yang sempat studi di Universitas Gunadharma pada 2013-2015. Dia memposting bendera ISIS dalam IG-nya dalam 21 jam sebelum menerobos Mabes Polri.

Bahkan, ada yang menyebut Salafi adalah Wahabi yang "bersembunyi" (mutasi). Benarkah ? "Wahhabi sejatinya adalah gerakan pemikiran salah satu etnis Arab, yaitu dakwah Islamiah yang digagas oleh suku Nejd, dipelopori Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi al-Najdi (w. 1206 H./1791 M.)," kata pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jabar, KH. Imam Jazuli, Lc. MA. (tribunnews/2/4/2021).

Namun, pemikiran keagamaan ini diorientasikan mendukung kepentingan politik seorang Amir yang ambisius kekuasaan, Muhammad bin Sa'ud, yang sedang berjuang menyebarkan ideologi Salafi dan mempertahankan kekuasaan yang meliputi Jazirah Arab, Yaman, Syam, Iraq. (Dhohir; 1993).

Jadi, Salafiah dengan Wahhabi itu "berbeda" dalam praktek, meski "sama" dalam teori, karena Salafi adalah ideologi (visi-misi sebuah gerakan), sedangkan Wahhabiah adalah gerakan. Korban awal gerakan Wahhabi adalah masyarakat Iraq, bahkan Madinah, karena banyak makam ulama dan situs arkeologis yang dihancurkan di awal penyebarannya.

Sebagai gerakan, Wahabi melibatkan tokoh-tokoh intelektual maupun massa pendukungnya. Sebagai sebuah ideologi, Salafi mengajarkan pemurnian agama (purifikasi). Sebagai sebuah gerakan, Wahhabi menempuh strategi-strategi yang merusak (destruktif), radikal, dan cenderung menimbulkan teror (Blanchard, 2008:21).

Di Indonesia, Wahabi/Salafi masuk sebagai ideolog transnasional dengan cara-cara dakwah (ideologi) pada periode awal, namun kini mulai sering menggunakan cara-cara teror (gerakan). Mereka juga "bermain" di dunia medsos untuk "meneror" secara ideologis, sekaligus melakukan "perang" medsos pada "musuh" dengan menghalalkan segala cara, termasuk ujaran kebencian dan hoaks.

Pandangan bahwa teroris itu bersumber dari ideologi "takfiri/jihadi" itu juga dibenarkan oleh dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Ainur Rofiq Al Amin, yang juga penulis buku 'Membongkar Proyek Khilafah HTI (Perspektif Kritis)' itu. Menurut dia, "pintu masuk" terorisme atau radikalisme itu bukan karena faktor kesulitan ekonomi ataupun karena faktor ketidakadilan, dan lain sebagainya.

Anggota Tim Penulis Sejarah Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jatim itu menyatakan banyak fakta bahwa pelaku terorisme bukan dari orang miskin karena kemiskinannya, atau orang yang merasa diperlakukan tidak adil dalam hukum di Indonesia. Terlebih juga dijumpai pelaku teroris yang hidupnya berkecukupan.

Bahkan, anggota Dewan Khos Pagar Nusa dan pengurus Cabang NU Jombang itu menyebutkan fakta terbaru justru menyatakan terduga terorisme di Condet adalah tuan tanah (https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2021/03/30/terduga-teroris-condet-dikenal-orang-kaya-warga-sekitar-juluki-sebagai-juragan-tanah).

Nalar yang sama juga bisa berlaku pada koruptor atau bandar narkoba yang juga bukan karena faktor kesulitan ekonomi dan ketidakadilan. Bisa jadi, ekonomi dan ketidakadilan itu "mempercepat" radikalisme saja, tapi bukan "pintu utama", karena "pintu utama" adalah ideologi atau karakter yang "merusak".

Ya, Gus Ainur Rofiq Al Amin menyebut "pintu masuk" atau faktor yang menginspirasi teroris di Indonesia, yakni ideologi radikal. Ideologi radikal inilah pemicu utama dan mendasar. Kelompok radikal adalah mereka yang anti NKRI, anti Pancasila, plus kelompok yang doyan dan hobi dalam pengajiannya men-stempel liyan (kelompok lain) dengan syirik dan bid'ah hingga terpupuklah sikap intoleran. Selanjutnya menjadi radikal dan bisa berakhir kepada perbuatan teror.


Bid'ah NU-Muhammadiyah (solusi)
Sejatinya, perbedaan yang ditunjukkan Wahabi/Salafi melalui ideologi takfiri/jihadi itu juga dialami NU dan Muhammadiyah yang keduanya pernah berbeda dalam hal bid'ah yang dikenal dengan istilah TBC (tahayul, bid'ah, churafat), namun perbedaan itu hanya sebatas "beda pendapat" (keilmuan) yang tidak mengarah pada "kekerasan" ala Wahabi/Salafi.

Bukan berarti NU dan Muhammadiyah itu tidak tegas dalam beragama, namun keduanya memandang sesama umat Islam sebagai "ukhuwah" (saudara) dan tidak perlu sampai mengkafirkan dan meneror, karena ketegasan dan kekerasan itu berbeda. Orang tegas itu hanya bisa melakukan kekerasan dengan satu syarat, yakni terancam/terusir. Indonesia 'kan aman dan damai ?!.

Bahkan, "ukhuwah" dalam perbedaan antara NU dan Muhammadiyah itu ditunjukkan dengan sangat indah oleh para pemimpin kedua organisasi massa itu, meski tanpa "tembak-tembakan" (bom) kayak anak TK. Para pemimpin kedua ormas itu saling menghormati, menghargai, memahami, mengingatkan, memotivasi, dan tak jarang menjalin hubungan "pernikahan" (keluarga).

Misalnya, ketika Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1956-1984 KH Idham Chalid satu kapal dengan tokoh Muhammadiyah Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dalam perjalanan haji pada zaman transportasi laut itu, sehingga keduanya pun secara bergantian di kapal saling mengimami Shalat Subuh yang di kalangan NU selalu pakai Doa Qunut, sedangkan Muhammadiyah justru tidak.

Menariknya, keduanya tidak menjalankan tradisi ibadah masing-masing. Bagi kalangan Nahdliyin, qunut diyakini sebagai sunnah haiat dalam shalat Subuh, karena mayoritas warga NU, termasuk Kiai Idham, merupakan penganut mazhab Syafi'i yang menilai qunut bukan sekadar sunnah biasa, melainkan sangat dianjurkan. Bahkan, kalau ditinggal atau tertinggal, sengaja ataupun lupa, maka disunnahkan sujud sahwi bagi orang tersebut.

Sebaliknya, kalangan Muhammadiyah tidak memandang qunut sebagai suatu sunnah dalam shalat Subuh. Artinya, mereka pada umumnya tidak melakukannya dalam shalat dua rakaat di waktu pagi itu. Namun, Subuh di kapal itu berbeda. Kiai Idham yang notabene tumbuh sejak kecil dalam lingkungan yang melakukan qunut, secara sengaja tidak melakukannya.

Buya Hamka pun saat didapuk menjadi imam, maka ketua pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu justru tanpa ragu membaca doa qunut. Kedua ulama itu menerapkan akhlakul karimah. Mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Tidak ada 'perang dalil' yang menuntut keabsahan, menilai diri paling benar dan menuduh pandangan orang lain yang berbeda salah. Tidak takfiri dan jihadi, karena keduanya mengajarkan bahwa 'Adab itu di atas ilmu'.

Pengetahuan keduanya tidak ada yang meragukan. Justru, dengan banyaknya bacaan yang telah mereka serap dan keluasan pengetahuannya menjadikan mereka lebih arif dalam menyikapi perbedaan. Sikap Kiai Idham tersebut dilandasi atas kisah Imam Syafi'i yang tidak berqunut kala shalat Subuh di Masjid Imam Hanafi. (https://www.nu.or.id/post/read/127427/kala-dua-pembesar-ormas-islam-terbesar-saling-mengimami-shalat-subuh).

Banyak pengalaman menarik yang patut diteladani dari para ulama NU dan Muhammadiyah. Mungkin karena itulah, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Sirodj menyarankan pembelajaran di sekolah hendaknya mengutamakan akhlak/perilaku/karakter dibandingkan dengan akidah/keimanan atau syariah/hukum Islam. Misalnya, pembelajaran agama itu ada 14 pertemuan, maka sebaiknya 10 pertemuan mengkaji masalah akhlak dan sisanya untuk akidah/syariah.

Soal akidah cukup dengan belajar rukun iman, sedangkan soal syariah cukup dengan belajar rukun islam. Kalau soal akhlak, bisa terkait hormat orang tua (birrul walidain), hormat tamu/tetangga, besuk orang sakit/takziyah, mendoakan saudara/teman, dan bertingkah sebaik mungkin dengan orang lain. "Kalau perlu ada praktek akhlak juga, misalnya besuk teman yang sakit di rumah sakit, sehingga agama tidak diwarnai takfiri dan jihadi, tapi lebih mewarisi tradisi para wali dan ulama masa lalu," katanya.

Selain solusi terkait perlunya reorientasi pendidikan agama dalam kurikulum (kemenag/mendikbud/ormas/pesantren), solusi lain untuk menghadapi ideologi takfiri/jihadi adalah dekradikalisasi seutuhnya melalui cara-cara lintas instansi/kelembagaan. Bisa dimulai dengan memaksimalkan peran mantan kombatan oleh BNPT/kemenag, lalu "pembersihan" ASN struktural oleh kemendagri-ormas, hingga "perang" medsos kontra-teror oleh Kominfo-ormas milenial dan "pelembagaan" kerukunan oleh FKUB dan Paguyuban Etnis/Adat.

"Apa yang disarankan oleh Kiai Said Aqil Siraj agar pemerintah menghapus media online dan akun-akun yang menjadi media penyebaran Wahabisme, benar adanya. Wahabisme biang dari radikalisme dan terorisme. Hal ini diakui juga oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman yang telah mencanangkan gerakan moderasi beragama sebagai anti tesis dari ekstrimisme dan radikalisme di tempat kelahiran Wahabisme," kata pengurus LDNU Jabar Ayik Heriansyah.

Wahabisme itu meniscayakan radikalisme, implikasi dari doktrin-doktrin dasar Wahabisme, antara lain doktrin tri tauhid, khususnya tauhid yang kedua atau tauhid uluhiyah. Tauhid uluhiyah dimaknai dengan tauhid hakimiyah, bahwa hanya ada satu Dzat yang berhak memerintah dan membuat aturan bagi manusia yaitu Allah SWT, sehingga siapa pun yang memerintah dan membuat aturan bagi manusia lain dianggap sebagai tandingan Allah SWT dan dihukumi musyrik, kufur dan thaghut.

Dengan pemahaman tauhid uluhiyah yang demikian, Wahabisme mencampuradukkan perkara aqidah dengan syariah/fiqih, sehingga melahirkan tiga bentuk ekstremisme dan radikalisme, yaitu politisasi agama (manipulator agama) dengan tujuan kekuasaan dan mengganti ideologi negara (Khilafah/Daulah Islamiyah), Takfiri (mengkafirkan pihak lain dan menghalalkan segala cara atas nama agama), dan Anti-tasawuf/thariqat (membenci/mengharamkan) yang lebih bermakna penyucian hati/jiwa yang "ikhlas dan mutmainah" (tazkiyat al-nafs), menuju ridha Allah SWT.

Ya, pendidikan dan deradikalisasi seutuhnya adalah kata kunci menangkal ideologi "takfiri" (radikal), termasuk dengan menghapus media online dan akun-akun penyebaran wahabisme, karena teror yang dilakukan sudah bukan bersifat ideologis lagi, namun sudah menjadi "jihad" dengan target sasaran bukan hanya mereka yang berbeda agama, namun juga mereka yang berbeda pendapat saja, serta memasuki ranah dunia maya. Kelompok Wahabi/Salafi memang aktif mengajak sejumlah selebritis untuk "hijrah" dengan dua ciri khas yang menarik selebritis yakni kembali ke Sunnah-Qur'an dan kemudahan pembelajaran agama lewat media sosial, namun mereka yang awam tetap perlu mewaspadai ideologi takfiri/jihadi itu.

"Secara normatif, umat Islam itu satu, tapi secara entitas belum menyatu, karena Ukhuwah Islamiyah hanya didengungkan secara lisan, tulisan, dan seminar. Ukhuwah Islamiyah sulit diwujudkan karena ukhuwah yang dijalin bukan kepentingan (kebaikan) agama, melainkan kepentingan non-Islamiyah, seperti politik, kekuasaan, ekonomi, dan sebagainya," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir dalam tulisan pada republika-online yang berjudul "Jalan Terjal Umat Islam" (17/7/2015).

Atas nama kepentingan non-Islamiyah itulah, Abdullah bin Ubay bin Salul memisahkan diri dari barisan umat Islam saat Perang Uhud hingga umat Islam pun kalah, atau sebagaimana Ibnu Muljam yang hafidz tapi akhirnya menjadi "algojo" yang menebas leher Sahabat Ali bin Abi Thalib. Padahal, ketika Khalifah Umar bin Khattab merebut Yerussalem saja menjamin hak beribadah kaum Nasrani dan berjanji tidak akan membumihanguskan gereja mereka. Sejatinya, Islam menolak berbagai bentuk perusakan dan teror, namun jargon-jargon Qurani kini sudah "dipakai" untuk kepentingan non-Islamiyah.

Pewarta: Edy M Yakub
Editor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

WNI anak di bawah umur ditahan di Yordania terindikasi dukung ISIS

WNI anak di bawah umur ditahan di Yordania terindikasi dukung ISIS

14 Januari 2026 16:13

Indonesia jadi model penanganan teroris di dunia

Indonesia jadi model penanganan teroris di dunia

3 Januari 2025 08:50

Lebih dari 50 orang tewas akibat serangan teroris di Pakistan

Lebih dari 50 orang tewas akibat serangan teroris di Pakistan

27 Agustus 2024 08:37

Polisi Federal Australia sebut penikaman di gereja Sydney serangan teroris

Polisi Federal Australia sebut penikaman di gereja Sydney serangan teroris

16 April 2024 21:44

Moskow beri santunan Rp514 juta ke korban tewas teror penembakan

Moskow beri santunan Rp514 juta ke korban tewas teror penembakan

23 Maret 2024 21:26

Ukraina sangkal keterlibatan dalam serangan penembakan mematikan di Moskow

Ukraina sangkal keterlibatan dalam serangan penembakan mematikan di Moskow

23 Maret 2024 12:45

Presiden Rusia Putin berbelasungkawa terhadap korban serangan teater dekat Moskow

Presiden Rusia Putin berbelasungkawa terhadap korban serangan teater dekat Moskow

23 Maret 2024 10:19

Serangan teroris di dekat Moskow tewaskan setidaknya 60 orang

Serangan teroris di dekat Moskow tewaskan setidaknya 60 orang

23 Maret 2024 10:14

Terpopuler

Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

Pemkab Badung distribusikan 677 unit tong komposter untuk kelola sampah

Para wanita di Badung ikuti pelatihan menghias hidangan

Para wanita di Badung ikuti pelatihan menghias hidangan

Gianyar gandeng Kota Osaki Jepang soal pengelolaan sampah

Gianyar gandeng Kota Osaki Jepang soal pengelolaan sampah

PKS jadi parpol dengan indeks integritas tertinggi tahun 2025

PKS jadi parpol dengan indeks integritas tertinggi tahun 2025

Bank BPD Bali serahkan dividen Rp363 miliar untuk Pemkab Badung

Bank BPD Bali serahkan dividen Rp363 miliar untuk Pemkab Badung

Top News

  • Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

    Bandara Ngurah Rai proyeksikan layani 438 ribu penumpang saat libur Imlek

    6 jam lalu

  • Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

    Wapres Gibran dorong subsidi bagi pedagang pasar guna tekan inflasi

    13 Februari 2026 21:10

  • MBG cetak 890 ribu lapangan kerja baru

    MBG cetak 890 ribu lapangan kerja baru

    13 Februari 2026 12:29

  • Wapres Gibran cek pemberian subsidi sembako di Pasar Badung

    Wapres Gibran cek pemberian subsidi sembako di Pasar Badung

    13 Februari 2026 10:30

  • Dinkes Bali minta faskes layani pasien kronis PBI nonaktif

    Dinkes Bali minta faskes layani pasien kronis PBI nonaktif

    12 Februari 2026 20:15

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA