"Saya tidak tega jika setiap hari harus melihat lahan di Pulau Dewata ini diuruk dengan batu kapur. Mari kita coba batasi penggunaan lahan untuk pembangunan baru," kata Popo Danes, di Denpasar, Selasa.
Ia menyampaikan, sudah waktunya masyarakat Bali berpikir lebih komunal dalam menyediakan fasilitas hunian di tengah kondisi lahan yang semakin terbatas.
"Berpikir komunal, dalam artian cobalah membuat bangunan yang besar yang dapat dihuni banyak keluarga, namun masih menyisakan ruang terbuka yang sehat," ujarnya.
Masalah teknis, menurut dia, diyakini tidak ada kesulitan, karena banyak ahli konstruksi dan arsitek yang siap untuk mendukungnya. "Yang terpenting itu justru aspek sosial, seberapa siap masyarakat kita untuk hidup berdampingan dalam satu bangunan besar," ucapnya.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.