Pastika Gandeng PP Polri Bentuk Toko Tani

Pastika Gandeng PP Polri Bentuk Toko Tani

Ilustrasi - Ketua Dewan Penasehat Persatuan Purnawirawan (PP) Polri dalam acara Tatap Muka Kapolda Bali dengan purnawirawan polri /PNS Polda Bali dalam rangka HUT Bhayangkara ke 71 Tahun 2017, di Gedung Kemala Hikmah Polda Bali (Antara Bali Via Humas

Amlapura (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menggandeng Persatuan Purnawirawan Polri untuk mengatasi kendala sektor pertanian dan menyejahterakan petani melalui pembentukan Toko Tani Daerah Karangasem.

"Semakin hari orang di Bali semakin menurun minatnya menjadi petani, karena ya itu kesannya capek dan kurang menghasilkan, sedangkan peluang penjualan hasil-hasil pertanian di Bali sangat terbuka luas, mulai dari sayur-mayur untuk hotel, janur, telor, ikan, dan keperluan lainnya," kata Pastika saat menghadiri peresmian Toko Tani tersebut di Amlapura, Karangasem, Minggu.

Menurut dia, ada 5 juta jiwa masyarakat Bali yang perlu makan setiap harinya, belum ditambah wisatawan sekitar 1 juta jiwa, seharusnya peluang tersebut bisa diambil. Namun saat ini kebanyakan semua kebutuhan masih didatangkan dari luar.

"Dengan dibukanya Toko Tani ini, pemerintah akan bekerja sama dalam menghadapi kendala-kendala yang ada, semoga semakin memudahkan para petani dalam memperoleh kebutuhan pertanian, sehingga para nantinya bisa sejahtera," ucapnya.

Di sisi lain, Pastika mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan PP Polri tersebut tak hanya membuka peluang bagi para petani, namun juga bagi para Purnawirawan Polri di daerah untuk terus berbuat dan mengabdi pada nusa dan bangsa dalam kegiatan yang langsung menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

"Dengan kegiatan ini, saya rasa PP Polri semakin bangkit memberikan harapan kepada para purnawirawan dan calon purnawirawan untuk tetap mengembangkan dirinya sekaligus tetap bisa mengabdi kepada masyarakat," ujar Pastika.

Dia berpandangan, pada usia 58 pensiun tentu usia yang terbilang masih energik. "Kita dibentuk dari kecil, fisik yang bagus, wawasan yang bagus, banyak kemampuan yang orang lain tidak punya dimiliki oleh purnawirawan polisi, maka dengan kegiatan ini kita akan bisa terus berkarya, perjuangan jangan berhenti, membuat kepala dan fisik terus bekerja sehingga terus sehat," ujarnya.

Mantan Kapolda Bali itupun mengharapkan para purnawirawan yang dipilih terlibat sebagai pengurus Toko Tani agar dibekali kemampuan kewirausahaan, agar bisa mengelola usaha dengan baik.

"Tantangan toko ini luar biasa, persaingannya ketat karena semua jaringan sudah dikuasai swasta, jangan sampai barang habis, uang tidak terkumpul. Harus hati-hati, menjaga kepercayaan masyarakat itu susah, kenali kompetitor, berapa pun dikasih modal kalau tidak bisa mengelola akan dilindas sama yang besar," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP POLRI Pusat Bambang Hendarso Danuri mengamini yang disampaikan Gubernur Pastika bahwa misi tugas dibentuknya kegiatan tersebut di samping untuk membantu intern kepolisian, juga untuk membantu program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat khususnya petani.

"Walaupun sudah purnawirawan kami ingin tetap bisa mengabdikan diri di usia pensiun, ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara. Saat ini PP Polri sudah terbentuk di 31 daerah, dengan 301 pimpinan cabang," ujarnya.

Bambang menyampaikan kerja sama yang dibangun dengan Bulog dan PT Pertani yakni bertujuan untuk memberikan kesempatan para anggotanya untuk membuka usaha berupa bantuan permodalan. Tak hanya Toko Tani, usaha lain yang dibangun guna mendukung pertanian yakni berupa Rumah Pangan Kita (RPK).

"Saat ini sudah ada 22 RPK, program 2017 kita canangkan ada 100 RPK di Bali. Dengan terbangunnya Toko Tani dan RPK ini diharapkan dapat mempermudah akses petani dalam memperoleh bahan pertanian seperti bibit dan pupuk maupun penyaluran hasil pertaniannya," ujar Danuri.

Acara turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit benih dasar secara simbolis kepada para petani, yang jumlah total bantuannya mencapai satu ton.

Selain itu, turut diisi temu wicara dengan para petani, yang mayoritas menyampaikan kendala terkait pupuk dan penyaluran hasil panen, yang diantaranya disampaikan oleh Nyoman Warta, I Gusti Ngurah Alit serta Made Wica. (WDY)