Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali segera merancang perubahan rute untuk angkutan logistik sesuai arahan dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
“Tolong segera rancang arahan Pak Menteri Perhubungan supaya dari Pelabuhan Ketapang kendaraan logistik yang menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk berkurang, biasanya menggunakan kapal lalu lewat darat dari Gilimanuk ke Mengwi,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Kamis.
Ia memaparkan rancangan angkutan logistik yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk dapat dialihkan langsung ke kabupaten tujuan sehingga mengurangi beban pelabuhan yang menghubungkan Jawa-Bali itu.
Pemprov Bali merancang pelabuhan untuk angkutan logistik hadir di Bali utara, Bali timur, dan Bali selatan, sehingga rute kendaraan logistik akan berubah, lebih banyak melalui jalur laut tanpa ke Pelabuhan Gilimanuk.
“Ini sudah dibuktikan Pak Menteri Perhubungan untuk Pelabuhan Merak, bisa mengurangi kepadatan mudik, menggantikan kendaraan lewat darat, cepat,” ucap Gubernur Bali.
Koster juga telah mengestimasi untuk mengubah rute angkutan logistik via laut itu tidak begitu besar, sebab yang dibutuhkan hanya pembentukan pelabuhan dengan infrastruktur sederhana.
“Tidak perlu terminal yang mewah-mewah, pikirkan segera itu, segera buat kajian dan rencananya karena saya akan menghadap menteri untuk memprogramkan mulai tahun 2027, ini supaya mengurangi arus kendaraan logistik yang masuk ke darat,” kata dia.
Kini, Pemprov Bali sedang melakukan studi untuk pembangunan Pelabuhan Sangsit di Buleleng, Pelabuhan Amed di Karangasem, Pelabuhan Kusamba di Klungkung, dan Celukan Bawang di Buleleng dengan anggaran bersumber dari investasi dan APBN.
Adapun skemanya, lanjut dia, kendaraan logistik dari Pelabuhan Ketapang dengan tujuan Karangasem maka menggunakan kapal yang bisa langsung melaju ke Pelabuhan Amed, kemudian jika hendak ke Buleleng dapat melalui Celukan Bawang, dan ketika hendak ke Gianyar dapat melalui Pelabuhan Kusamba.
“Tiga titik itu paling tidak akan sangat mengurangi arus padat kendaraan darat masuk Bali, bagus sekali program itu, akan diumumkan oleh Pak Menhub,” kata dia.
Untuk itu Gubernur Koster meminta jajarannya di organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera merancang infrastruktur tersebut, apalagi dalam waktu dekat Koster akan bertemu dengan Komisi V DPR RI.
“Saya diundang membahas percepatan infrastruktur Bali, setelah Lebaran janjinya jadi April besok, tolong siapkan konsep paparannya, supaya percepatan pembangunan infrastruktur bisa dilakukan dengan anggaran yang lebih besar 2027,” sambungnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026