Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng Bali siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mewujudkan program Satu Keluarga Satu Sarjana di daerah tersebut sebagai upaya mewujudkan generasi emas 2045.
"Kami siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Program ini (satu keluarga satu sarjana) diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, serta kualitas sumber daya manusia di Buleleng," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata saat menyampaikan sekapur sirih dalam bincang wicara “Satu Keluarga Satu Sarjana” pada rangkaian hari kedua Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis.
Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan, khususnya terkait angka partisipasi sekolah dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dipengaruhi rata-rata lama sekolah.
“Program ini sangat dinantikan masyarakat karena diharapkan mampu mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di Buleleng maupun Bali secara umum,” ujarnya.
Melalui Buleleng Education Expo, kata dia, pemerintah daerah berupaya membangun sinergi mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi guna mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua sekaligus memperkuat Singaraja sebagai kota pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gede Wesnawa Punia mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.
“Program satu KK satu sarjana merupakan bagian dari 'grand design' pembangunan SDM Bali unggul dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena itu, penguatan pendidikan harus dimulai sejak pendidikan dasar hingga menengah,” katanya.
Dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan tes kemampuan akademik (TKA) sebagai salah satu dasar penerimaan siswa baru jenjang SMA dan SMK mulai tahun 2026. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan lebih objektif dan sesuai kompetensi siswa.
Pemprov Bali juga menerapkan kalender pendidikan berbasis adat, tradisi, dan budaya Bali sesuai visi pembangunan daerah.
Penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal dilakukan melalui penyusunan bahan ajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, termasuk integrasi nilai budaya Bali dalam mata pelajaran seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Di sisi lain, pemerintah melakukan pembenahan tata kelola tenaga pendidik guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Setelah siswa menyelesaikan pendidikan menengah, keluarga kurang mampu yang belum memiliki sarjana akan difasilitasi melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026