Badung (ANTARA) - Baca juga: BWS Bali Penida keruk muara Tukad Badung untuk kurangi resiko banjirBaca juga: BWS Bali Penida keruk muara Tukad Badung untuk kurangi resiko banjirPemkab Badung, Bali, bersama pemangku kepentingan terkait memperkuat sistem pengamanan Jembatan Tukad Bangkung karena angka kejadian dan percobaan bunuh diri meningkat.
“Kami telah menambahkan dua CCTV di posisi tengah dan timur jembatan. Dengan demikian, total ada tiga CCTV yang aktif dan dapat memantau aktivitas selama 24 jam,” ujar Kepala Diskominfo Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra di Mangupura, Rabu.
Ia mengatakan dengan penambahan tersebut saat ini terdapat tiga unit CCTV aktif yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau aktivitas di kawasan Tukad Bangkung yang terletak di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung.
“Kami juga akan terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem pemantauan CCTV khususnya di lokasi-lokasi yang memerlukan perhatian lebih,” kata dia.
Jaya Saputra menjelaskan penguatan pengamanan itu dapat menjadi langkah preventif guna mengantisipasi kejadian serupa terulang.
Menurut dia Pemkab Badung berkomitmen mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata unggulan bukan sebagai lokasi dengan konotasi negatif.
“Mudah-mudahan langkah ini menjadi upaya pencegahan yang efektif. Kami ingin mengembalikan Tukad Bangkung sebagai daya tarik pariwisata di Desa Pelaga,” jelas dia.
Plt Camat Petang Anak Agung Ngurah Darma Putra menambahkan sepanjang tahun 2025 tercatat cukup banyak kejadian bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung.
“Saat ini Dinas PUPR juga telah memasang kawat berduri, dan kami bersama Desa Belok juga akan menyiapkan petugas untuk berjaga di pos-pos pengamanan yang sudah disiapkan,” tambah dia.
Ia mengatakan maraknya kejadian negatif sangat berdampak pada citra Tukad Bangkung yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata, namun kini justru dikaitkan dengan peristiwa tragis.
“Oleh karena itu, kami berkomitmen bersama seluruh unsur terkait untuk mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” pungkas Ngurah Darma Putra.
