Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak 0 poin atau sama seperti penutupan hari sebelumnya yakni Rp16.780 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan rupiah berpotensi melemah dipengaruhi sentimen rencana AS menguasai kawasan Greenland.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp16.770-Rp16.820 masih dipengaruhi oleh sentimen global risiko geopolitik terkait rencana AS menguasai Greenland, dan arah kebijakan bunga The Fed," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Kyodo, Gedung Putih menyebutkan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland bertujuan untuk mencegah "agresi" China dan Rusia ke wilayah Arktik.
Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang memiliki posisi strategis dan kaya sumber daya, yang memicu reaksi keras dari para pemimpin Eropa.
Melihat sentimen domestik, tren peningkatan inflasi di level 2,9 persen pada Desember 2025 dan beban fiskal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 mempengaruhi pelemahan kurs rupiah.
"Defisit fiskal di APBN 2026 sebesar 2,68 persen berisiko terlampaui seiring target pendapat dari pajak berpotensi tidak tercapai," ungkap Rully.
