Badung (ANTARA) - Bupati Badung, Bali, I Wayan Adi Arnawa membahas rencana pembangunan Museum Perdamaian bersama dengan Konsul-Jenderal Australia di Bali Jo Stevens.
“Pembangunan museum ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kami kepada para korban tragedi kemanusiaan Bom Bali 2002,” ujar Bupati Adi Arnawa di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Museum itu akan dibangun di sebelah Monumen Bom Bali di Jalan Legian, Badung, pada lahan seluas 15 are.
Nantinya, museum itu akan memajang dokumen Bom Bali yang dilengkapi diorama dan auditorium, serta bagian belakang dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan.
Selain itu, dilengkapi ruang bawah tanah (basement) dengan mengadopsi konsep "Samsara" atau lahir, hidup dan mati.
Bupati Badung menjelaskan rencananya museum itu akan dibangun sebagai ruang memorial untuk mengenang peristiwa Bom Bali sekaligus menjadi simbol perdamaian.
Pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan museum tersebut pada 2026 sebagai bentuk komitmen nyata, imbuh Bupati Badung.
Sementara itu, Konsul-Jenderal Australia di Bali Jo Stevens mengungkapkan pihaknya mengapresiasi Pemkab Badung terkait dukungan penyediaan lahan untuk rencana pembangunan Museum Perdamaian.
“Kami berterima kasih dan mendukung penuh terhadap pembangunan museum sebagai simbol persahabatan dan refleksi sejarah," ungkap Jo Stevens.
