Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melakukan koordinasi dengan para pengelola jasa pengangkutan sampah di wilayah tersebut terkait dengan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (Asper PSBS).
“Kami berharap para pengelola bisa ikut mensosialisasikan kepada masyarakat yang menggunakan jasa pengangkutan sampah untuk melaksanakan pemilahan sampah dari rumah tangga maupun tempat usaha mereka,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Minggu.
Ia menjelaskan permasalahan sampah merupakan salah satu masalah di Badung dan sebagai daerah pariwisata persoalan itu menjadi hal prioritas yang perlu diselesaikan.
Sedangkan TPA Suwung yang selama ini menampung sampah dari wilayah Badung dan Denpasar hanya akan menerima sampah residu mulai 1 April dan akan ditutup pada 1 Agustus 2026.
Oleh karena itu, kata dia, Pemkab Badung meminta kerja sama dari pengelola jasa pengangkutan sampah sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan sampah di Badung.
“Kami minta kerja sama kepada para jasa pengangkutan sampah untuk tidak mengangkut sampah dari masyarakat yang tidak melaksanakan pemilahan sampah,” ucap dia.
Pada kesempatan itu Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan rapat koordinasi dengan para pengelola hotel, restoran dan kafe/katering (horeka), serta pengelola pasar dan mal.
Ia meminta para pengelola horeka, mal, dan pasar, untuk melaksanakan pemilahan sampah atau membuat pengelolaan sampah secara mandiri di tempat usahanya.
“Kami meminta agar pengelola dapat melaksanakan pemilahan sampah. Karena kami juga sudah bersepakat dengan para pengelola jasa pengangkutan sampah untuk tidak mengangkut sampah yang tidak terpilah,” ungkap dia.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.