Singaraja, Bali (ANTARA) - Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali membangun gedung pascasarjana untuk layanan akademik dan kemahasiswaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa.
"Pembangunan gedung pelayanan akademik dan kemahasiswaan pada kampus yang berlokasi di Jalan Kresna ini dialokasikan sebesar Rp27,76 miliar dan digarap oleh PT. Sang Karya Cipta selaku pemenang tender," kata Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja I Gede Suwindia saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus tersebut, Jumat.
Menurut dia, pembangunan Gedung Pelayanan Akademik dan Kemahasiswaan Kampus Kresna ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan akademik kepada mahasiswa, dengan ruang kuliah yang semakin nyaman dan representatif.
Gedung Pelayanan Akademik dan Kemahasiswaan Kampus Kresna ini jika sudah rampung nantinya akan diprioritaskan untuk pascasarjana yakni program magister dan program doktor yang sudah dimiliki oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Di antaranya Prodi S2 Pendidikan Agama Hindu, Prodi S2 PGSD dan Prodi S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan. Kemudian ada juga program Doktor S3 Ilmu Agama dan Kebudayaan.
"Tentu dengan dibangunnya gedung ini, memberikan pelayanan yang semakin maksimal untuk masyarakat sehingga sarana dan prasarana semakin memadai dan representatif,” ungkap Suwindia.
Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija mengapresiasi kinerja STAHN Mpu Kuturan dalam melaksanakan program pembangunan yang terencana. Pihaknya pun meminta agar pembangunan tersebut diawasi sehingga berjalan lancar.
“Mari bersama-sama mengawasi pembangunan ini, sehingga bisa berjalan secara maksimal dan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” katanya.
Sebelumnya, gedung pascasarjana yang beralamat di Jalan Kresna, Singaraja ini awalnya menjadi kampus utama STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak berdiri pada tahun 2016.
Namun, setelah gedung rektorat yang berlokasi di Jalan Pulau Menjangan, Banyuning rampung dibangun pada tahun 2019, maka gedung di Jalan Kresna ini kemudian difungsikan sebagai gedung pascasarjana.