Singaraja, Bali (ANTARA) - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyerukan semangat toleransi sebagai bagian dari semangat perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dan Idul Fitri 1446 Hijriah.
"Seluruh masyarakat Buleleng untuk terus meningkatkan rasa solidaritas dan toleransi antarumat beragama," kata Sutjidra saat ditemui usai menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Tawur Kesanga Balik Sumpah jelang Hari Suci Nyepi di Areal Catus Pata Buleleng, Jumat.
Ia menjelaskan Hari Suci Nyepi tahun 2025 ini hampir berbarengan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam dan merupakan momentum sangat baik dalam upaya memupuk nilai toleransi.
Oleh karena itu, diperlukan rasa solidaritas, saling menghargai satu sama lain. Hal-hal tersebut akan membuat Catur Brata Penyepian dan juga Salat Id untuk umat Islam dapat berjalan dengan lancar, aman, dan damai.
“Itu (toleransi dan saling menghargai) yang menjadi harapan dan sekaligus imbauan kami sebagai kepala dan wakil kepala daerah. Agar semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Baca juga: Pemkab Tabanan dan Kodam Udayana komitmen jaga keamanan Nyepi di Bali
Setelah melakukan Tawur Kesanga, pada sore harinya akan digelar Pengerupukan Festival. Festival ini akan dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh dan pertunjukan dari para pemuda.
Festival ini merupakan yang pertama digelar oleh Desa Adat Buleleng. Selaku kepala daerah, Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini sangat mendukung seluruh upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam rangka pelestarian adat, seni, dan budaya di Kabupaten Buleleng.
"Kita sangat mendukung penuh. Pelestarian adat, seni dan budaya menjadi prioritas pembangunan kami pada lima tahun ke depan,” ujar Sutjidra.
Sutjidra juga menambahkan pelestarian-pelestarian budaya di kalangan anak muda seperti pembuatan ogoh-ogoh jelang Hari Suci Nyepi akan lebih dimasifkan.
Baca juga: Manajemen Bandara Ngurah Rai umumkan tutup 24 jam selama Nyepi
Rencananya, pembuatan ogoh-ogoh dan fragmentary di dalamnya akan dilombakan. Tidak hanya tingkat desa adat saja, melainkan akan dilombakan se-Kabupaten Buleleng.
“Lombanya akan lebih besar lagi kita libatkan. Pemuda di seluruh Kabupaten Buleleng yang mau mengikuti. Kita akan gelar lomba itu karena pelestarian adat, seni dan budaya merupakan salah satu program prioritas kami,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Upacara Tawur Kesanga pada upacara agama yang dilakukan sehari jelang Hari Suci Nyepi. Upacara Tawur Kesanga bermakna sebagai upacara penyucian dan keseimbangan alam semesta sebelum umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.