Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali menegaskan komitmen dalam membangun sumber daya manusia (SDM) kabupaten tersebut di tengah semakin minim kemampuan fiskal daerah.
"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan infrastruktur, baik peningkatan akses jalan maupun revitalisasi sekolah," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat berbicara pada kegiatan Diskusi Akhir Tahun Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) di Buleleng, Selasa.
Menurut dia, upaya peningkatan kualitas SDM tentunya perlu anggaran yang tidak sedikit.
Untuk itu, pihaknya beserta seluruh jajaran mencari solusi melalui celah fiskal di pelbagai pos yang ada.
Beberapa strategi yang dilakukan adalah upaya optimalisasi dalam hal pembiayaan dan peningkatan kualitas SDM pelbagai jenjang pendidikan yang menjadi tanggung jawab daerah.
Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas SDM perlu melakukan perbaikan dari segi infrastruktur.
Akses jalan yang baik memudahkan masyarakat dalam perekonomian dan sarana prasarana yang bagus di sekolah akan membuat siswa fokus dalam menimba ilmu.
Untuk mencapai itu, di tengah kondisi fiskal yang rendah, ia menyatakan dengan seluruh jajaran mencari celah fiskal, salah satu upayanya yakni melalui penyesuaian jumlah tambahan penghasilan pegawai hanya bagi ASN setingkat kepala dinas hingga sekretaris daerah.
"Tapi dengan pakta integritas, birokrasi akan tetap berjalan dengan penuh integritas untuk Buleleng yang kita cintai," ujarnya.
Dia mengatakan pemerintah daerah merasakan bahwa permasalahan terbesar pada anggaran yang terbatas dan tentu menjadi kendala dalam peningkatan SDM tersebut.
"Kami melakukan gerak cepat bersama Dinas Pendidikan saat itu langsung menghadap pemerintah pusat sehingga mendapatkan revitalisasi untuk 59 sekolah. Di mana revitalisasi tersebut harus sudah selesai pada 20 Desember 2025 dan saya pantau terus perkembangan revitalisasinya karena susah mencari dana. Memastikan bahwa revitalisasi ini berjalan baik dan tepat pada waktunya," katanya.
Dimotivasi oleh SMPN 1 Sukasada yang menjadi satu-satunya sekolah rujukan Google di Bali, Bupati Sutjidra ingin agar minimal ada satu sekolah di setiap kecamatan yang menjadi sekolah rujukan Google. Dengan demikian, warga sekolah harus meningkatkan kompetensinya utamanya dalam berbahasa asing.
Pihaknya juga menyampaikan rencananya untuk merintis pendidikan vokasi di Universitas Panji Sakti. Pendidikan vokasi ini penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.
"Kami berharap strategi dalam pembiayaan dan peningkatan sumber daya manusia ini dapat berjalan sesuai dengan harapan," demikian Sutjidra.
