Denpasar (ANTARA) - Sekitar 200 pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga Sekaa (kelompok) Teruna-Teruni se-Kota Denpasar, Bali membersihkan sampah di Kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbung, Denpasar Selatan, Kamis.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memimpin aksi itu yang dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-238 Kota Denpasar.
Aksi itu difokuskan pada penanganan sampah plastik di kawasan Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai, guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Wali Kota Jaya Negara mengatakan kegiatan "Susur Mangrove" itu, untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat setempat agar tidak membuang sampah ke sungai.
Dampak negatif dari pembuangan sampah ke sungai, kata dia, akan terasa di kawasan hilir hutan mangrove.
Ia menjelaskan ekosistem mangrove, antara lain menjadi tumpuan harapan ekonomi dan ekologi bagi komunitas nelayan.
Selain itu, kawasan tersebut menjadi destinasi wisata karena hutan mangrove memiliki daya tarik bagi wisatawan, terutama para pencinta lingkungan yang senang menyusuri keindahan alam.
“Jika kawasan mangrove terjaga kebersihannya, tentu akan semakin banyak pengunjung yang datang untuk menikmati lingkungan yang asri ini. Intinya, mari kita jaga bersama dengan tidak membuang sampah ke sungai," katanya.
Kegiatan "Susur Mangrove" ini terlihat mendapat sambutan antusias anak-anak sekolah. Selama kegiatan, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam mangrove, tetapi juga terlibat aktif memungut sampah dan sekaligus berkompetisi untuk mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya dari area tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar Ida Bagus Mayun Suryawangsa menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial ulang tahun kota, melainkan langkah nyata edukasi lingkungan.
"Kegiatan 'Susur Mangrove' ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan habitat pantai. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini, terutama bagi para pelajar dan remaja agar mereka memahami potensi serta manfaat besar dari habitat pantai kita," katanya.
Ia menambahkan sasaran utama aksi ini menekan volume sampah plastik yang masuk kawasan hutan mangrove.
Dengan lingkungan yang bersih, dia mengharapkan, kelangsungan hidup biota laut dan fungsi lindung mangrove dapat terjaga secara berkelanjutan.
