"Dialog itu membincangkan perkembangan seni pertunjukan mulai dari topeng `pajegan` hingga berbagai garapan monolog terkini yang pernah dipentaskan di Pulau Dewata," kata staf BBB sekaligus yang menangani kegiatan tersebut, Putu Aryastawa, dalam keterangan persnya di Denpasar, Sabtu.
Kegiatan itu menampilkan sejumlah pembicara, di antaranya dramawan senior Abu Bakar yang telah menyutradarai serta memainkan berbagai pertunjukan monolog.
Selain itu juga Ida Bagus Darmasuta dan pengamat seni rupa Kun Adnyana yang secara khusus memaparkan dinamika pertunjukan seni rupa (performing art) di Bali sebagaimana dilakukan oleh Nyoman Erawan, Sujana Suklu, Made Wianta, Made Budiana, serta seniman lainnya.
Para pembicara juga mengulas kreasi para seniman yang pernah dipentaskan di Bentara Budaya Bali, seperti Monolog Bahaya Racun Tembakau (Cok Sawitri), nomor-nomor pendek Abu Bakar dan Kaseno.
Demikian pula Monolog Janji Plastik (Putu Satria Kusuma) serta penayangan fragmen film dokumenter nomor-nomor pertunjukan dari berbagai seniman teater Bali, ujar Putu Aryastawa. (*/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.