Denpasar (Antara Bali) - Harga kain tenun patra per helainya mencapai Rp1,5 juta tetapi cukup banyak diminati oleh kalangan menengah atas di Bali.
"Kain ini memang diperuntukkan kalangan menengah ke atas dengan harga per helainya Rp1,5 juta. Hal itu sepadan dengan kualitas dan proses pembutan yang tidak sederhana," kata I Gusti Made Arsawan, pengusaha kain tenun patra, di Denpasar, Kamis.
Kain patra tercipta akibat proses kreatif untuk mengembangkan motif tenun ikat endek yang umumnya berpola geometris. "Saya mencoba untuk terus mengembangkan tenun endek dengan mencurahkan seluruh kemampuan dalam bidang desain dan seni artistik," ucapnya.
Setelah melakukan berbagai percobaan muncullah ide untuk mengadaptasi pola baru kain tenun yakni menggunakan motif pepatraan, yang umumnya terdapat pada seni ukir dinding pura, candi, pintu kayu ataupun kain prada.
Mengingat bentuk motif yang kaya ragam tersebut, maka proses terciptanya sebuah kain tenun patra ini memiliki teknik unik yang tersendiri.
Umumnya pada tenun hanya menggunakan teknik ikat, untuk kain tersebut menggunakan cara 'colek' atau lukis. Kendati menggunakan cat dalam proses pewarnaan dan pembentukan motifnya, namun ketahanan warnanya sama dibandingkan kain tenun endek.(IGT)
