Denpasar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali memastikan jalur utama yang menghubungkan Singaraja-Denpasar tepatnya di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, sudah pulih usai banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1) sore.
“Tadi sekitar pukul 15.30-16.00 WITA lalu lintas sudah lancar, namun kewaspadaan tetap harus dijaga, jadi saat ini sudah lancar tapi hujan turun lagi,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta dikonfirmasi di Denpasar, Senin.
Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan banjir di jalur utama Singaraja–Denpasar.
Genangan air setinggi lutut orang dewasa menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan sejumlah kendaraan mogok.
Kondisi itu kian parah hingga Senin pagi, sehingga membuat Dishub Bali turun tangan membantu Dishub Tabanan dan Dishub Buleleng mengingat jalur itu merupakan akses utama masyarakat.
Dalam pantauannya, Kadek Mudarta mengatakan banjir yang mengganggu lalu lintas paling parah terjadi di dekat objek wisata sehingga koordinasi turut dilakukan lintas instansi.
“Penanganan pertama tentu kabupaten terdekat, namun untuk memastikan kondisi, saya juga kesana, dan melihat yang terdampak signifikan berada di dua lokasi yaitu area jalan sekitar pintu masuk Bali Farm House dan sekitar gerbang Bali Handara,” ujar dia.
“Kami sudah koordinasi dengan BPTD Kelas II Bali, Dishub Buleleng, dan Dishub Tabanan agar terus memantau situasi lalu lintas dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait di lapangan,” kata Kepala Dishub Bali.
Meski memastikan jalur utama Singaraja-Denpasar sudah pulih, ia meminta masyarakat tetap waspada mengingat Bali masih dalam situasi musim hujan.
Dishub Bali mengimbau pengguna jalan, khususnya pengendara dari arah Buleleng menuju Denpasar, agar mempertimbangkan jalur alternatif dan memantau informasi-informasi pemerintah dari media sosial.
“Karena ini cuacanya lumayan masih hujan lagi, untuk dari Buleleng ke Denpasar kalau memungkinkan cari jalan alternatif lewat Plaga, Pupuan, di sekitar sini tidak ada jalan alternatif, atau mungkin sudah direncanakan jalan alternatif lain sebelum berangkat, kami juga menyampaikan imbauan melalui sosial media untuk masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melewati jalur tersebut agar berhati-hati,” kata Kadek Mudarta.
Selain banjir akibat hujan deras, tanah longsor juga terjadi di Desa Pancasari. Meski begitu, berdasarkan pendataan Dishub Bali, longsor tersebut tidak berdampak terhadap lalu lintas setempat.
