Kuta (Antara Bali) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga importir memainkan harga kedelai sehingga tingginya harga di pasaran bukan semata-mata disebabkan oleh kekeringan yang terjadi di Amerika Serikat.
"Namun untuk membuktikan dugaan ini kami melakukan kajian di beberapa daerah dalam waktu seminggu," kata anggota KPPU, M Nawir Messi, di Kuta, Kamis malam.
KPPU dalam sepekan ini melakukan kajian melalui pengawasan harga di basis-basis konsumen kedelai impor yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
"Kajian itu untuk mengetahui, apakah kenaikan harga kedelai ini akibat praktik kartel atau bukan karena sampai pertengahan tahun impor kedelai dikuasai oleh dua perusahaan besar," katanya dalam sosialisasi mengenai persaingan usaha.
Beberapa informasi di lapangan yang didapat KPPU menyebutkan bahwa naiknya harga kedelai yang mencapai 15-20 persen itu bukan disebabkan oleh langkanya komoditas tersebut.
Menurut dia, persediaan barang di basis-basis konsumen kedelai tersebut masih mencukupi kebutuhan, baik untuk perajin tahu dan tempe maupun rumah tangga.(M038/T007)
KPPU Duga Importir Mainkan Harga Kedelai
Kamis, 2 Agustus 2012 19:36 WIB