Hal itu dikemukakan Kepala Pemberantasan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Euis Wulantari kepada ANTARA, Selasa.
Euis mengatakan bahwa kasus keracunan makanan yang menimpa masyarakat hampir setiap tahunnya terjadi di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor pada tahun 2012, kasus keracunan sudah dua kali terjadi. Sebelumnya, pada bulan Februari di Parung. Kasus tersebut muncul saat adanya peristiwa hajatan seperti pernikahan, haul, Maulid Nabi, sunatan, dan Lebaran.
Kebanyakan kasus terjadi di tengah masyarakat perdesaan yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan sehingga masih minim informasi tentang kebersihan, sanitasi, dan makanan.
"Masyarakat masih menggunakan cara-cara lama dalam menyajikan hidangan secara massal. Tidak memperhatikan hygienes bahan makanan, sanitasinya, dan cara mengolah makanan tersebut," kata Euis.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.